11 Calon Dubes Non-karir: Bos Sinar Mas, Eks Waka BAIS hingga Politikus PDIP

Reporter

Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 33 nama masuk dalam daftar calon duta besar atau Dubes pilihan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Daftar itu terdapat dalam lampiran Surat Presiden RI Nomor R-25/Pres/6/2021 tanggal 4 Juni 2021. Dari 33 nama, 11 di antaranya merupakan calon dari jalur non-karir.

Siapa saja mereka? Dan bagaimana latar belakangnya? Berikut rinciannya:

1. Rosan Perkasa Roeslani calon Dubes untuk Amerika Serikat. Rosan adalah salah satu pengusaha terkemuka di Indonesia. Saat ini dia masih berstatus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin Indonesia (2015-2020), organisasi yang mewadahi seluruh pengusaha dan asosiasi dunia usaha di Indonesia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

2. Zuhairi Misrawi calon Dubes untuk Republik Tunisia. Pria yang akrab disapa Gus Mis ini merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Zuhairi pernah menjadi anggota tim kampanye pemenangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam dua kali Pemilu Presiden (Pilpres), pada 2014 dan 2019. Dalam surat presiden sebelumnya, nama Zuhairi tercatat sebagai calon Dubes Arab Saudi, belakangan posisi intelektual muda NU itu bergeser ke Tunisia.

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'aruf Amin, Zuhairi Misrawi, saat ditemui di Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

3. Fadjroel Rachman calon Dubes untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan. Bekas aktivis mahasiswa di tahun 1980-an ini merupakan Juru bicara Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju. Fadjroel Rachman pernah menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya Tbk. Setelah itu, dia menjabat Komisaris di PT Waskita Karya TBK.

Salah satu yang paling awal mendapatkan jatah kursi komisaris adalah aktivis Fadjroel Rachman. Fadjroel yang kini menjadi juru bicara presiden tersebut ditunjuk menjadi komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada September 2015. Pada Kamis, 4 Juni 2020, Fadjroel tak lagi menjadi menjadi komisaris utama di Adhi Karya. Tapi, hanya berselang dua hari, ia ternyata sudah menjadi komisaris di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. TEMPO/Subekti

4. Agus Widjojo calon Dubes untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau. Agus merupakan Eks Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Agus Widjojo, Putra Pahlawan Revolusi Mayjen Anumerta Sutoyo Siswomiharjo berbicara dalam acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 di Jakarta, 18 April 2016. Ketua panitia pelaksana Simposium Nasional Tragedi 1965, Suryo Susilo, menyatakan bahwa, Simposium ini diharapkan dapat menjadi perjalanan akhir dari peristiwa yang penuh polemik selama lima puluh tahun ini. TEMPO/Subekti

5. Lena Maryana Mukti calon Dubes untuk Kuwait.
Politikus PPP ini merupakan salah satu anggota
tim kampanye Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Jubir Pasangan Jokowi-Maruf Lena Maryana Mukti (kedua kanan), Moderator Ichan Loulembah (kedua kiri), Mantan Komisioner KPU Sigit Pamungkas (kiri), dan Peneliti Senior Populi Center Afrimadona (kanan) menjadi pembicara dalam diskusi bertema Debat Belum Hebat di Jakarta, Sabtu 19 Januari 2019. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan/

6. Rudy Alfonso calon Dubes utuk Republik Portugal.
Ia merupakan pengacara sekaligus politikus Partai Golkar. Nama Rudy pernah mencuat saat menjadi saksi dalam kasus proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP untuk tersangka Markus Nari.

Rudi Alfonso. ANTARA

7. Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO) berkedudukan di Madrid

8. Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC), berkedudukan di Riyadh

9. Muhammad Prakosa untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino. Prakoso merupakan politikus PDIP. Di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia juga pernah ditawari posisi yang sama, namun Prakosa menolak.

Muhammad Prakosa. TEMPO/Imam Sukamto

10. Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk Republik Korea. Gandi kini menjabat sebagai Managing Direktur Sinar Mas Group.

11. Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan. Jenderal bintang dua ini merupakan eks Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis atau Bais TNI.


DEWI NURITA

Baca: Sosok Calon Dubes Portugal Rudy Alfonso, Pernah Jadi Saksi Kasus e-KTP






Sentralitas ASEAN Diharapkan Redakan Ketegangan

1 jam lalu

Sentralitas ASEAN Diharapkan Redakan Ketegangan

ASEAN diproyeksikan dapat tetap terbuka dan inklusif di tengah ancaman polarisasi kekuatan global utama.


KPK Periksa Anggota DPR Aryanto Munawar Kasus Suap Rektor Unila

1 jam lalu

KPK Periksa Anggota DPR Aryanto Munawar Kasus Suap Rektor Unila

KPK memeriksa Anggota DPR asal Lampung dan Bupati Lampung Barat dalam kasus suap Rektor Unila Karomani.


Anies Baswedan Lanjutkan Safari Politik ke Papua, Hadiri Perayaan Natal hingga Temui Relawan

2 jam lalu

Anies Baswedan Lanjutkan Safari Politik ke Papua, Hadiri Perayaan Natal hingga Temui Relawan

Anies Baswedan melanjutkan safari politiknya ke Papua mulai hari ini. Dia akan mengikuti perayaan natal hingga bertemu dengan para relawan Jumat besok


Dari Desa Menuju Istana, Kisah Pengabdian Ayu Mengikuti Kampus Mengajar

3 jam lalu

Dari Desa Menuju Istana, Kisah Pengabdian Ayu Mengikuti Kampus Mengajar

Ayu Sabrina, alumni program Kampus Mengajar angkatan pertama yang pernah diundang ke Istana.


Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Terus Meningkat dalam 3 Bulan Terakhir

3 jam lalu

Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Terus Meningkat dalam 3 Bulan Terakhir

Progam bantuan yang digelontokan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendongkrak tingkat kepuasan publik.


Jokowi Imbau Korban Gempa Cianjur Tetap Manfaatkan Bahan Bangunan Lama

4 jam lalu

Jokowi Imbau Korban Gempa Cianjur Tetap Manfaatkan Bahan Bangunan Lama

Presiden Jokowi meminta bantuan gempa tidak dibelikan sepeda motor tetapi benar-benar digunakan untuk membangun kembali rumah yang rusak.


Jokowi Janji Datang Lagi ke Cianjur, Cek Hasil Renovasi Rumah Korban Gempa

5 jam lalu

Jokowi Janji Datang Lagi ke Cianjur, Cek Hasil Renovasi Rumah Korban Gempa

Presiden Jokowi meminta masyarakat korban gempa Cianjur untuk benar-benar menggunakan bantuan renovasi rumah sesuai peruntukannya.


Absen di Pernikahan Kaesang-Erina, Surya Paloh Surati Jokowi

7 jam lalu

Absen di Pernikahan Kaesang-Erina, Surya Paloh Surati Jokowi

Surya Paloh berkirim surat ke Jokowi. Dia tak bisa menghadiri resepsi pernikahan Kaesang-Erina Gudono.


Jokowi Minta Korban Gempa Cianjur Bangun Rumah Tahan Gempa

8 jam lalu

Jokowi Minta Korban Gempa Cianjur Bangun Rumah Tahan Gempa

Presiden Jokowi meminta warga korban gempa Cianjur untuk berkonsultasi dengan PUPR dan mengikuti petunjuk pembangunan rumah tahan gempa


Bantuan Rumah Gempa Cianjur Tak Langsung Sekali Cair, Jokowi Khawatir Jadi Motor

8 jam lalu

Bantuan Rumah Gempa Cianjur Tak Langsung Sekali Cair, Jokowi Khawatir Jadi Motor

Jokowi enggan memberikan bantuan renovasi rumah korban Gempa Cianjur, Jawa Barat, secara keseluruhan dalam satu kali pencairan namun secara bertahap