Kasus Covid-19 Naik, Kontes Ikan Cupang di Kediri Diikuti Peserta dari ASEAN

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi kontes ikan cupang di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Acara tertutup untuk umum, demi meminimalisir kerumunan karena masih pandemi COVID-19. ANTARA Jatim/ HO-panitia 8th Kediri Betta Contest.

    Lokasi kontes ikan cupang di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Acara tertutup untuk umum, demi meminimalisir kerumunan karena masih pandemi COVID-19. ANTARA Jatim/ HO-panitia 8th Kediri Betta Contest.

    TEMPO.CO, Kediri - Panitia kontes ikan cupang Kabupaten Kediri, Jawa Timur tetap menggelar perhelatan meski kasus Covid-19 sedang mengalami peningkatan. Ajang yang dihadiri peserta dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand akan mengadopsi protokol kesehatan.

    "Ribuan ikan yang ikut kontes ini akan dipegang oleh handler. Ada 33 handler yang siap menangani ikan. Jadi, dipastikan tidak akan ada kerumunan," kata Ketua Panitia 8th Kediri Betta Contest, Dimas Aji Pamungkas, Sabtu 26 Juni 2021.

    Menurut dia, ada sekitar 2.100 ikan yang terdaftar dalam lomba yang bertajuk 8th Betta Contest Kontes Rise and Shine tersebut. Acara diselenggarakan di convention hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.

    Pendaftaran dilakukan secara daring, karena masih pandemi COVID-19. Peserta tersebar tidak hanya dari Indonesia, melainkan hingga luar negeri, di antaranya Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand hingga Brunei Darussalam.

    Ia mengatakan kontes ini digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Bahkan, kontes tertutup untuk umum. Hal ini dilakukan guna meminimalisasi kerumunan.

    Yang diizinkan masuk di area kontes hanya panitia dan perwakilan handler. Untuk handler yang datang juga diwajibkan membawa surat keterangan bebas COVID-19, sementara bagi yang tidak membawa wajib menjalani tes usap antigen di lokasi.

    Aji mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Mereka sudah menyiapkan petugas serta ambulans untuk melakukan tes usap antigen kepada para peserta. Jika diketahui ada yang positif COVID-19, yang bersangkutan tidak diperbolehkan masuk dalam arena kontes.

    "Pada saat kontes, area kontes steril. Yang berada di arena kontes hanya panitia dan handler saja. Kami wajibkan peserta membawa surat negatif COVID-19. Kalau tidak, harus menjalani tes usap antigen yang disediakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri," ujarnya.

    Baca: Jelang Kompetisi Berkuda, Sejumlah Karyawan Equinara Dikabarkan Positif Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.