Percepat Vaksinasi Ibu Hamil dan Anak, Muhadjir Usul Pakai Produk Nasional

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kedua kanan) didampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ketiga kanan) melihat proses vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 11 Juni 2021. Dalam kunjungannya tersebut Menko PMK juga memantau penanganan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di rumah sakit tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kedua kanan) didampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ketiga kanan) melihat proses vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 11 Juni 2021. Dalam kunjungannya tersebut Menko PMK juga memantau penanganan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di rumah sakit tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan mempercepat program vaksinasi ibu hamil, balita, dan anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhan vaksin, ia pun mengusulkan agar pemerintah fokus pada produksi vaksin nasional.

    "Untuk jaga-jaga kemungkinan yang tidak dikehendaki dalam pengadaan vaksin, saya usul, saya sarankan sebaiknya kita lebih fokus pada percepatan produksi vaksin nasional," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 Juni 2021.

    Percepatan vaksinasi bagi ibu hamil dan anak ini tak terlepas dari angka peningkatan kasus Covid-19 makin mengkhawatirkan. Data klaim biaya Covid-19 Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kasus ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 mencapai 35.099, sedangkan bayi baru lahir usia 0-12 bulan yang terkena Covid-19 sebanyak 24.591.

    Muhadjir Effendy berharap vaksin produksi nasional mampu memenuhi kebutuhan itu dan membuat Indonesia tidak tergantung pada pasar internasional. Apalagi, menurutnya, situasi pasar vaksin dunia saat ini memiliki ketidakpastian yang cukup tinggi.

    Muhadjir juga meminta semua pihak tidak perlu membesar-besarkan merek vaksin mana yang harus digunakan. Menurut dia, lebih baik mempertimbangkan yang lebih cepat dan lebih maju perkembangannya. "Dari mereka yang sekarang sedang berinisiatif mana yang lebih cepat dan mana yang kira-kira lebih menjanjikan, itu yang segera kita support," kata Muhadjir

    Ia mencontohkan Amerika Serikat berhasil vaksinasi besar-besaran. Hal itu bisa terwujud karena mereka memiliki stok vaksin yang besar karena bisa memproduksi dan dari berbagai sumber.

    Bila Indonesia bisa memproduksi vaksin secepatnya dari berbagai sumber, Muhadjir optimistis harapan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Health Immunity di akhir tahun 2021 dapat lebih cepat terwujud. Sehingga vaksinasi besar-besaran dapat terwujud.

    Baca Juga: Warga 18 Tahun ke Atas Bisa Datangi Langsung Faskes untuk Dapat Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.