Beredar Supres Calon Dubes, Ada Nama Agus Widjojo Hingga Fadjroel Rachman

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Lemhamnas, Agus Widjojo, sekaligus Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional: Membedah Tragedi 1965 di Hotel Arya Duta, Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Gubernur Lemhamnas, Agus Widjojo, sekaligus Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional: Membedah Tragedi 1965 di Hotel Arya Duta, Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 33 nama masuk dalam daftar calon duta besar (dubes) pilihan Presiden Joko Widodo. Daftar itu terdapat dalam lampiran Surat Presiden RI Nomor R-25/Pres/6/2021 tanggal 4 Juni 2021. Dari 33 nama, 11 di antaranya merupakan calon dari jalur non-karir.

    Mereka adalah Rosan Perkasa Roeslani (Ketua Kadin) calon Dubes untuk Amerika Serikat; Zuhairi Misrawi (Politikus PDIP) calon Dubes untuk Republik Tunisia; Fadjroel Rachman (Jubir Presiden) calon Dubes ntuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, dan Agus Widjojo (Eks Gubernur Lemhanas) calon Dubes untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau.

    Selanjutnya, ada Lena Maryana Mukti (politikus PPP) calon Dubes untuk Kuwait; Rudy Alfonso (Pengacara) calon Dubes utuk Republik Portugal; Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol; Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi; Muhammad Prakosa untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, dan Gandi Sulistiyanto Soeherman
    untuk Republik Korea.

    Ini merupakan Surpres ketiga yang diajukan Presiden Jokowi ke DPR perihal nama calon Dubes. Surpres yang mencantumkan daftar baru calon Dubes ini dibacakan dalam rapat paripurna DPR RI 22 Juni lalu.

    Sebelumnya ada Surpres pada 19 Februari 2021 yang di dalamnya masih ada nama Terawan Agus Putranto sebagai calon Dubes Spanyol. Berikutnya Surat nomor R/19/Pres/04/2021 tanggal 29 April 2021. Dalam Surpres teranyar sudah tidak ada lagi nama Terawan.

    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco belum bisa mengonfirmasi nama-nama calon Dubes yang beredar. "Enggak hapal," ujarnya lewat pesan suara.

    Adapun Fadroel Rahman mengatakan bahwa apa pun jabatan yang diberikan presiden, termasuk sebagai dubes merupakan anugerah. "Apa pun tugas negara yang diarahkan Presiden Jokowi kepada saya adalah anugerah tak ternilai. Karena tugas negara adalah tugas mulia, di mana pun, untuk kejayaan negara dan bangsa menuju Indonesia Maju," ujarnya lewat pesan singkat, Jumat, 25 Juni 2021.

    DEWI NURITA

    Baca Juga: Fadjroel Rachman Diajukan Jadi Calon Dubes Kazahstan

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.