Polri: Server Penjual Data Peserta BPJS Kesehatan Ada di Hongkong

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kantor Cabang Jakarta Pusat, Jumat 28 Mei 2021. BPJS Kesehatan saat ini telah membuat laporan ke Bareskim Polri terkait dugaan kebocoran dan penjualan data 279 juta WNI oleh akun bernama Kotz di Raid Forums, raidforums.com. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Petugas melayani peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kantor Cabang Jakarta Pusat, Jumat 28 Mei 2021. BPJS Kesehatan saat ini telah membuat laporan ke Bareskim Polri terkait dugaan kebocoran dan penjualan data 279 juta WNI oleh akun bernama Kotz di Raid Forums, raidforums.com. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menemukan server yang menjual data 279 juta peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) berada di Hongkong. 

    Hal itu diketahui setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menelusuri pemilik akun Kotz di Raid Forum.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menegaskan, penyidik menemukan bukti tersebut dengan menelusuri transaksi cryptocurrency pemilik akun Kotz.

    "Rencana tindak lanjut penyidik saat ini adalah mengajukan MLA ( mutual legal assistance) IP address HP iPhone yang menggunakan username kotz ke ISP di Hongkong," kata Ramadhan melalui keterangan tertulis pada Jumat, 25 Juni 2021. 

    Selain itu, pada awal Juni 2021, penyidik juga telah menggeledah Kantor BPJS Kesehatan untuk melihat secara langsung server yang mengelola data penduduk. Dua laptop pun disita oleh penyidik.

    "Telah dilakukan penyitaan dan saat ini masih dilakukan analisa dan pemeriksaan forensik terhadap dua laptop yang digunakan. Serta telah diterima data dari PT S berupa laporan hasil Pentest," ujar Ramadhan. 

    Sebagaimana diketahui, data 279 juta peserta BPJS Kesehatan diduga bocor dan dijual di situs raidsforum.com. Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

    Data bocor tersebut dijual oleh pengguna forum dengan nama id 'Kotz'. Ia mengatakan data tersebut juga termasuk data penduduk yang sudah meninggal. "Ada satu juta contoh data gratis untuk diuji. Totalnya 279 juta, Sebanyak 20 juta memiliki foto personal," kata dia dalam utas yang dibuat pada 12 Mei 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.