Ada 154 Kasus Covid-19 di DPR, Sekjen: Kebanyakan Terpapar di Luar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruang rapat Badan Legislasi DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020. DPR RI melakukan penutupan atau lockdown terhadap Gedung Nusantara I DPR RI setelah 18 anggota Dewan terpapar virus corona. Penutupan tersebut dilaksanakan mulai Senin, 12 Oktober hingga 8 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruang rapat Badan Legislasi DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020. DPR RI melakukan penutupan atau lockdown terhadap Gedung Nusantara I DPR RI setelah 18 anggota Dewan terpapar virus corona. Penutupan tersebut dilaksanakan mulai Senin, 12 Oktober hingga 8 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Indra Iskandar, mengatakan data terbaru mencatat ada 154 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Parlemen. Angka ini mencakup 19 anggota Dewan, 36 pegawai negeri sipil, 44 pegawai pemerintah nonpegawai negeri (PPNPN), 23 tenaga ahli, dan 32 petugas kebersihan.

    "Secara keseluruhan yang terdata di kami sampai dengan pagi ini 154 orang," kata Indra kepada wartawan, Jumat, 25 Juni 2021.

    Angka tersebut meningkat dari paparan Indra pada Rabu, 23 Juni lalu dengan 105 kasus Covid-19. Menurut Indra, 154 orang yang tercatat hingga pagi ini belum termasuk mereka yang melakukan tes secara pribadi atau tidak difasilitasi DPR.

    Menurut Indra, beberapa orang yang terpapar Covid-19 sudah dalam penyembuhan. Ia bahkan mengaku telah bertemu dengan beberapa anggota Dewan yang kondisinya telah membaik.

    Selain itu, Indra mengatakan dua orang PNS dan delapan orang PPNPN yang positif juga telah sembuh. Sedangkan semua tenaga ahli dan petugas kebersihan masih dalam proses pemulihan.

    Menurut Indra, sebagian besar yang terkonfirmasi positif itu terpapar dari luar Kompleks Parlemen. Ia menyebut mayoritas dari mereka sebenarnya sudah tak beraktivitas di Senayan dalam beberapa waktu terakhir, melainkan bekerja dari rumah atau work from home.

    Para anggota Dewan pun disebutnya berada di daerah pemilihan masing-masing. Adapun semua para petugas kebersihan yang positif, kata Indra, ialah mereka yang bertugas di rumah-rumah dinas anggota DPR. "Klaster atau episentrum itu bukan di lingkungan Senayan pada umumnya, tapi di luar semua, dalam monitoring kami," ujar Indra.

    Indra mengatakan DPR menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah Covid-19 di lingkungan parlemen. Misalnya dengan melakukan sterilisasi setiap ruang sidang setiap selesai rapat. Seluruh ruangan pun disebutnya disterilkan setiap pekan.

    "Ini untuk mengklarifikasi kepada semua pihak bukan di DPR klasternya, jadi enggak usah takut. Walaupun rapat sudah diperketat dengan protokol kesehatan yang sangat baik, kami tetap lakukan sterilisasi semua ruangan setiap kali setelah digunakan rapat," ucapnya.

    Indra mengatakan hingga akhir pekan ini Komisi VIII dan Komisi VII DPR belum menggelar rapat-rapat lantaran meningkatnya kasus Covid-19 di lingkungan Senayan. Namun ia tak memastikan apakah dua komisi itu akan memulai rapat pada pekan depan.

    Dia menjelaskan, Badan Musyawarah DPR telah memutuskan bahwa rapat-rapat dapat digelar dengan kehadiran maksimal 20 persen dari anggota, meliputi dua pimpinan dan perwakilan fraksi-fraksi. "Bisa saja nanti lebih minimalis lagi, tergantung situasinya nanti kami evaluasi setelah hari Senin depan," kata Indra.

    Baca juga: Kepatuhan Warga DKI Taati Protokol Kesehatan Merosot 20-30 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.