Lagi, DPR Usul Pemerintah Terapkan Lockdown Akhir Pekan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay saat memberikan pernyataan media dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay saat memberikan pernyataan media dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat, Saleh Partaonan Daulay menyarankan pemerintah menaikkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi lockdown. Saleh menilai kebijakan PPKM belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan sehingga perlu dievaluasi.

    "PPKM sudah dilaksanakan berjilid-jilid, namun hasilnya tetap belum menggembirakan. Orang yang terpapar Covid-19 makin hari makin banyak," kata Saleh ketika dihubungi, Kamis, 24 Juni 2021.

    Saleh mengingatkan saat ini rumah-rumah sakit yang menangani Covid-19 sudah hampir penuh. Begitu juga ruang-ruang ICU dan pasien yang memerlukan penanganan segera. Menurut dia, ini menandakan bahwa sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi dan penerapan kebijakan baru selain PPKM.

    "Kalau kebijakannya tetap PPKM ya hasilnya kurang lebih seperti sekarang. Apalagi penerapannya tidak dibarengi dengan ketegasan. Imbauan-imbauan yang ada belum mampu mengurangi pergerakan dan interaksi masyarakat," ucapnya.

    Maka dari itu, Saleh mengusulkan pemerintah menerapkan lockdown. Ia mengatakan pemerintah tak perlu melakukan penutupan wilayah total jika hal itu tidak memungkinkan, tetapi memulai dengan lockdown pada akhir pekan.

    "Masyarakat tidak boleh keluar rumah sejak hari Jumat sore pukul 20.00 sampai dengan Senin pagi pukul 05.00. Artinya masyarakat diminta berdiam diri di rumah tiga malam dua hari," kata Saleh.

    Dengan kebijakan ini, kata Saleh, diharapkan tak ada penyebaran virus pada akhir pekan. Ia mengatakan, faktanya banyak masyarakat keluar di akhir pekan. Mereka umumnya pergi ke pusat perbelanjaan, berwisata, mengunjungi kerabat, menghadiri pesta pernikahan, dan lainnya.

    "Dengan lockdown akhir pekan, kegiatan seperti itu dapat lebih dikendalikan," kata anggota Komisi Kesehatan DPR ini.

    Saleh mengatakan keuntungan lockdown akhir pekan ialah tidak menghentikan kegiatan ekonomi. Sebab kata dia, perekonomian tetap berjalan di lima hari lainnya. "Kalau pun ada bantuan sosial, khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu," ujarnya.

    Hal senada sebelumnya juga disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Ketua Harian Partai Gerindra itu menyarankan pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi-lockdown saat akhir pekan dan hari libur. Ia mengatakan semi-lockdown pada masa tersebut tak akan terlalu berpengaruh pada roda perekonomian.

    "Saya usulkan juga kepada pemerintah, karena Sabtu Minggu itu kan roda perekonomian terutama perkantoran tutup, kalau bisa dilakukan pembatasan sosial berskala besar atau katakanlah semi-lockdown untuk hari libur terutama," kata Dasco dikutip dari keterangan video, Selasa, 22 Juni 2021.

    Adapun Ketua DPR Puan Maharani sempat menyerukan agar pemerintah memberlakukan PSBB di zona-zona merah Covid-19. "Pemerintah harus segera bertindak untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang makin mengkhawatirkan. Berlakukan PSBB secara terbatas untuk daerah-daerah zona merah atau pengetatan PPKM Mikro," kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin, 21 Juni 2021.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca juga: Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19, Kemenkes akan Ubah IGD Jadi Ruang Perawatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.