Satu Orang Tenaga Kesehatan di RSDC Wisma Atlet Meninggal Akibat Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga kesehatan berjalan di selasar Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa 15 Juni 2021. Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono, pihaknya menambah jumlah kapasitas tempat tidur menjadi 7.394 dari 5.994 akibat tingginya penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang tenaga kesehatan berjalan di selasar Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa 15 Juni 2021. Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono, pihaknya menambah jumlah kapasitas tempat tidur menjadi 7.394 dari 5.994 akibat tingginya penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tenaga kesahatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggal pada Kamis, 24 Juni 2021. Tenaga kesehatan tersebut diketahui sebelumnya telah terpapar Covid-19 dan telah dirawat selama seminggu terakhir.

    "Benar (ada nakes yang meninggal karena Covid-19)," ujar Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin saat dikonfirmasi.

    Arifin juga mengkonfirmasi bahwa ini adalah kasus tenaga kesehatan pertama yang meninggal karena Covid-19 selama RSDC Wisma Atlet berdiri pada Maret 2020 lalu.

    RSDC Wisma Atlet berdiri sejak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia pada Maret 2021 lalu. Saat itu, eks tempat tinggal bagi atlet Asian Games 2018 ini diisi oleh pasien penderita Covid-19, mulai dari gejala ringan hingga berat.

    Adapun tenaga kesehatannya diisi juga oleh dari prajurit TNI. Setelah berjalan selama lebih dari setahun, tak ada laporan kematian dari tenaga kesehatan yang bekerja di sana, hingga hari ini.

    Baca: Tembus 20 Ribu, Indonesia Catat Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.