Kasus Corona Pada Anak Tinggi, Kemenkes: Orang Tua Tak Taat Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu memasangkan masker pada anaknya usai mandi di masjid saat lockdown di Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 6 Juni 2021. Pihak warga secara swadaya dibantu BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan disinfeksi wilayah kampung dan memaksa warga yang positif Covid-19 tanpa gejala untuk isolasi mandiri. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang ibu memasangkan masker pada anaknya usai mandi di masjid saat lockdown di Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 6 Juni 2021. Pihak warga secara swadaya dibantu BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan disinfeksi wilayah kampung dan memaksa warga yang positif Covid-19 tanpa gejala untuk isolasi mandiri. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan menyebut kebanyakan kasus Covid-19 pada anak terjadi karena penularan dari orang tua. Terlebih, penularan terjadi pada orang tua yang tak taat melaksanakan protokol kesehatan.

    "Yang pasti anak-anak tertular dari orang tuanya yang tidak taat prokes, dan memberikan resiko paparan dengan anak-anak dengan mengajak ke mal, makan di restoran, dan bepergian seperti mudik," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi, Kamis, 24 Juni 2021.

    Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 per 17 Juni 2021 yang diperoleh Tempo, persentase kasus Covid-19 pada usia anak sekolah sebesar 12,51 persen (235.527 kasus) dan non-usia sekolah 87,49 persen (1.647.684 kasus).

    Untuk usia sekolah, sebaran kasus Covid-19 sebagai berikut; PAUD 0-2 tahun (30.442 kasus); TK 3-6 tahun (32.582 kasus); SD 7-12 tahun (65.634 kasus); SMP 13-15 tahun (47.267 kasus); SMA 16-18 tahun (59.602 kasus).

    Satgas mencatat, penambahan kasus Covid-19 pada anak berada pada puncaknya pada Januari 2021 untuk seluruh kelompok umur. Jumlah kasus aktif kemudian mengalami penurunan hingga April dan kembali mengalami kenaikan pada Mei 2021.

    Nadia mengatakan keberadaan varian delta memperburuk penularan di masyarakat. Proses penularan, kata Nadia, menjadi semakin cepat. Karena itu, ia mengingatkan agar para orang tua agar lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti #memakai masker, #menjagajarak, #menghindarikerumunan. "Selain itu protokol pencegahan setelah sampai di rumah untuk dewasa yang menjalankan aktivitas dari luar rumah harus tetap ketat dilaksanakan," kata Nadia.

    Baca juga: Varian Delta Menyebar di Indonesia, Epidemiolog: Lemahnya Pengawasan Pemerintah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.