Rumah Sakit di Jawa Barat Mulai Sediakan Ruang Isolasi Covid-19 Bagi Anak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Ahmad, Instruksi Gubernur Jawa Barat Nomor 443/04/Hukham tentang Penanggulangan Covid-19 dan Imbauan Terkait Mudik Selama Pandemi Covid-19, telah ditandatangani Ridwan Kamil pada Kamis 8 April 2020.

    juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Ahmad, Instruksi Gubernur Jawa Barat Nomor 443/04/Hukham tentang Penanggulangan Covid-19 dan Imbauan Terkait Mudik Selama Pandemi Covid-19, telah ditandatangani Ridwan Kamil pada Kamis 8 April 2020.

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung sudah menyiapkan ruang isolasi khusus anak. “Dia menyiapkan rumah sakit isolasi untuk anak,” kata dia, Rabu, 23 Juni 2021.

    Daud mengatakan, belum semua rumah sakit menyiapkan ruang isolasi khusus anak. Prioritas penggunaan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 diperuntukkan bagi yang bergejala sedang hingga berat.

    “Sekarang siapa yang membutuhkan ruang isolasi itu yang jadi prioritas,” kata Daud.

    Daud mengatakan, saat ini anak-anak menjadi salah satu kelompok rentan yang terpapar Covid-19 dengan kehadiran varian delta dari India. “Para ahli mengatakan bahwa anak-anak ini sekarang menjadi kelompok usia yang rentan,” kata dia..

    Daud meminta orang tua agar memastikan anaknya tetap berada di rumah. “Dihimbau orang tua supaya tidak membawa anak-anak keluar, pergi ke pasar, pergi ke mall. Kemudian di rumah supaya mengawasi anak-anak tidak keluar rumah, supaya mereka tetap tinggal di rumah,” kata dia.

    Daud mengatakan, protokol kesehatan menjadi pencegahan cara pencegahan utama untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. “Selain urusan rumah sakit, di hulu gak ada lagi selain 5M dan 3T,” kata dia.

    Data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat mencatat kasus Covid pada anak-anak sejak kasus pertama dilaporkan tahun lalu hingga saat ini menembus 35.688 orang. Rincinya 45.549 kasus anak berusia 6-19 tahun, dan 9.629 kasus anak berusia di bawah 5 tahun.

    Dari seluruh jumlah kasus anak tersebut, 179 orang di antaranya meninggal dunia. Rincinya 139 orang anak meninggal berusia 6-19 tahun, dan 40 anak berusia di bawah 5 tahun.

    Sementara seluruh kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Barat menembus 350.719 kasus. Kelompok umur yang paling banyak dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19  ada pada rentang usia 20-49 tahun menembus 196.882 kasus. Namun kelompok usia di atas 50 tahun yang paling banyak dilaporkan meninggal dunia akibat terserang Covid-19.

    Tingkat keterisian, atau Bed Occupancy Ratio (BOR) ruang isolasi Covid-19 di Jawa Barat per 22 Juni 2021 menembus 88,51 persen. Tempat tidur ruang isolasi yang terisi mencapai 13.213 tempat tidur dari total 14.928 tempat tidur yang tersebar di 382 rumah sakit di Jawa Barat.

    Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, masih terus mengupayakan penambahan ruang rawat inap untuk pasien Covid-19. “Kami juga akan terus berupaya menambah tempat tidur, yang masih memungkinkan di antaranya Rumah Sakit Kebon Jati di Kawaluyaan ada 300 tempat tidur. Saya sudah ngobrol dengan yang punyanya langsung. Alhamdulillah sudah ada tanda dan akan segera kita proses,” kata dia, dikutip dari rilis Humas Kota Bandung, Rabu, 23 Juni 2021.

    Oded mengatakan, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) juga tengah mengupayakan penambahan ruang rawat inap pasien Covid-19. “Ada juga di RSKIA yang lama ada 100 (tempat tidur) lebih di sana,” kata dia.

    Oded mengatakan, tingginya BOR untuk ruang rawat inap pasien Covid-19 di Kota Bandung karena rumah sakit juga menerima pasien dari luar kota. Sekitar 50 persen pasien yang di rawat di rumah sakit di Kota Bandung berasal dari luar Kota Bandung.

    “Pekan lalu saya sudah keluarkan surat edaran untuk penambahan kapasitas tempat tidur. Alhamdulillah, ada penambahan 36 persen. Tapi itu memang kejar-kejaran ketika tempat tidur ditambah yang memakai juga bertambah,” kata Oded.

    Oded mengatakan, pemerintah kota juga meminta tiap kelurahan menyiapkan isolasi mandiri untuk merawat pasien tanpa gejala, atau pun yang bergejala ringan. “Isolasi di kecamatan dari 151 kelurahan ada sekitar 130 kelurahan yang mereka punya isolasi tinggal 21 kelurahan lagi. Waktu ratas terakhir saya perintahkan agar mereka bersama-sama menyiapkan isolasi di masing-masing kelurahan,” kata dia.

    #cucitangan #pakaimasker #jagajarak

    AHMAD FIKRI

    Baca: Pasien Covid-19 Membludak, RSUD Tugurejo Semarang Dirikan Tenda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.