Vaksinasi Atasi Covid-19, Jokowi: Jangan Ada yang Menolak, Demi Keselamatan Kita

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi bagi seluruh masyarakat. Upaya vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah menekan laju kasus Covid-19.

    Presiden meminta masyarakat tak ragu mengikuti vaksinasi begitu ada kesempatan. "Bapak/Ibu yang saya hormati, jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin, segera ambil. Jangan ada yang menolak, karena agama apa pun tidak ada yang melarang vaksin. Ini demi keselamatan kita," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 23 Juni 2021.

    Ia menyebut vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini. Indonesia harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi.

    "Maka sebelum itu tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri terutama memakai masker. Saya minta satu hal yang sederhana ini: tinggal lah di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak," tuturnya.

    Kasus penularan Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan mencapai rekor kenaikan kasus harian tertinggi selama pandemi pada pada 21 Juni sebanyak 14.536 kasus.

    ADVERTISEMENT

    Jokowi mengingatkan, pemerintah tidak bisa mengendalikan pandemi Covid-19 tanpa kerjasama dari masyarakat. "Hanya dengan langkah bersama kita bisa menghentikan wabah ini. Semua orang harus berperan-serta. Semua orang harus ikut berkontribusi. Tanpa kesatuan itu, kita tak akan mampu menghentikan penyebaran Covid," ujar dia.

    DEWI NURITA

    Baca: Pilih PPKM Mikro daripada Lockdown, Jokowi: Atasi Covid-19 Tanpa Matikan Ekonomi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?