Ridwan Kamil Minta Orang Tua Waspadai Covid-19 Varian Delta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19 pada anak. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19 pada anak. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan varian baru Covid-19 jenis delta sudah masuk ke Jawa Barat. Ia berpesan kepada orang tua agar menjaga anak-anak dari penularan Covid-19.

    “Daya tularnya lebih banyak, sehingga saya titip para orang tua, anak-anak ini betul-betul dijaga. Karena beberapa daerah, varian delta ini juga cepat menyerang anak-anak,” kata dia, Selasa, 22 Juni 2021.

    Ridwan Kamil tidak memerinci kasus Covid-19 varian delta di kelompok anak-anak. “Intinya anak-anak ada yang terpapar dari ibunya. Kemarin saya cek di Bandung, dia melahirkan dari ibu yang terpapar, anaknya juga terpapar,” kata dia.  

    Ridwan Kamil mengatakan varian delta tersebut saat ini ditemukan di dua daerah. “Ada di Karawang, ditemukan ada di Depok,” kata dia.

    Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan tracing untuk Covid-19 varian delta tengah dilakukan. Meski demikian, ia menyatakan belum mendapat laporan soal temuan kasus dari varian tersebut.

    Sebelumnya, Daud mengatakan, Jawa Barat mengirim 110 sampel usap pasien Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan genom sequencing di Balitbangkes Kementerian Kesehatan. “Itu 65 sampel dari Labkes provinsi, dan 35 dari Bandung,” kata dia, Senin, 22 Juni 2021.

    Daud mengatakan puluhan sampel tersebut dipilih dari sejumlah kategori. Diantaranya pasien Covid-19 yang masih berusia balita. “Sekarang lagi banyak menyerang anak-anak,” kata dia.

    Sejumlah kategori sampel usap pasien lainnya juga dikirim untuk pemeriksaan genome sequencing. Diantaranya sampel pasien yang 3 kali terpapar Covid-19, sampel pasien dari fasilitas Puskesmas yang mengalami lonjakan jumlah pasien, serta pasien yang sudah menerima vaksin Covid-19 tapi masih tertular.

    Daud mencontohkan, pasien yang 3 kali terkena Covid-19 itu termasuk yang dicurigai terpapar varian baru. Ia mengatakan khusus untuk pasien yang sudah menerima vaksin Covid-19 tapi tertular umumnya tanpa gejala, atau bergejala ringan.

    “Kena (Covid-19 varian delta) delta pun tidak separah yang tidak di vaksin, gejalanya ringan,” kata dia. Daud mengatakan belum seluruh hasil pemeriksaan genom sequecing tersebut rampung.

    Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Pemprov Jabar Tak Punya Duit Jika Terapkan PSBB Bersubsidi 

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.