Cerita Hobi 'Foto-foto' Firli Bahuri dan Dugaan Kebocoran Perkara di KPK

Reporter:
Editor:

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprot cairan disinfektan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020. KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih termasuk rumah tahanan demi mencegah penyebaran virus Corona. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas menyemprot cairan disinfektan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020. KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih termasuk rumah tahanan demi mencegah penyebaran virus Corona. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaPuluhan penanganan kasus korupsi diduga bocor sejak Firli Bahuri bergabung di Komisi Pemberantasan Korupsi. Firli ditengarai punya hobi memfoto presentasi penyidik dan penyelidik. Sumber yang ditemui Indonesialeaks menceritakan hobi memfoto itu diduga telah dilakukan sejak menjabat Deputi Penindakan April 2018.

    Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan padahal sebenarnya ada larangan membawa alat komunikasi saat rapat penanganan kasus. Alasannya untuk menghindari kebocoran. “Saya tidak pernah membawa hape ke ruang rapat, supaya saya yakin kebocoran bukan dari saya,” kata dia kepada tim Indonesialeaks, Kamis, 17 Juni 2021.

    Saut mengakui memang ada penurunan jumlah operasi tangkap tangan sejak Firli bergabung. Ia mengatakan pada 2018 ada 30 OTT yang mereka tangani, namun  turun menjadi 21 pada 2019, “Saya pikir ada sesuatu,” kata Saut.

    Belakangan Saut mengatakan puluhan penyidik dan penyelidik mengadu ke pimpinan soal banyak hambatan dalam pengusutan perkara. Bahkan ada beberapa rencana operasi tangkap tangan yang bocor. Karena banyaknya aduan, lima pimpinan KPK menggelar pertemuan dengan para penyidik dan penyelidik pada 16 April 2019. 

    Dalam rapat itu, terungkap sedikitnya ada 26 kasus yang diduga dibocorkan ke pihak berperkara. Kebocoran kerap terjadi setelah pengajuan surat perintah penyelidikan dan surat perintah penyadapan. Meskipun telah disetujui pimpinan, penyidik mengaku kerap menerima penolakan untuk menyadap orang-orang tertentu. Ada pula keluhan tentang lamanya proses surat-menyurat di Kedeputian Penindakan. 

    Dalam rapat itu, seorang kepala satuan tugas mengatakan keluarnya  informasi tak hanya membuat operasi bocor, tetapi juga membahayakan penyelidik atau penyidik KPK. Untuk menghindari kebocoran, kasatgas itu menyuruh personilnya menggunakan uang sendiri saat melakukan operasi. Setelah berhasil, barulah uang yang terpakai diganti KPK.

    Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah mengkonfirmasi adanya rapat tersebut. Dia mengatakan operasi tangkap tangan bisa berhasil ketika tim menggunakan siasat reimburse tersebut. “Tetapi hal itu tentu tak bisa terus menerus dilakukan,” kata dia, 19 Juni 2021.

    Seorang sumber Indonesialeaks menyebut hobi memfoto Firli masih berlanjut setelah menjadi Ketua KPK. Pada rapat awal 2020 misalnya, Firli diduga meminta para penyelidik untuk memaparkan kasus-kasus yang berpotensi untuk dihentikan penyelidikannya. Selama rapat itu, kata dia, Firli diduga memfoto bahan pemaparan para penyelidik.

    Sumber ini menyatakan perintah untuk mempresentasikan penyelidikan yang akan dihentikan tidak pernah dilakukan pimpinan KPK sebelumnya. Apalagi memfoto bahan presentasi. Hasil rapat memutuskan untuk menghentikan 36 penyelidikan. Penghentian diumumkan ke pegawai. “Seharusnya dia prioritaskan perkara penyelidikan yang bisa dilanjutkan, bukan memfoto kasus yang akan dihentikan,” tutur sumber Indonesialeaks.

    Kasus lain yang bocor adalah korupsi jual-beli jabatan yang menyeret Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Kasus ini diduga melibatkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Lili ditengarai menemui Syahrial pada tahun lalu. Melalui Syahrial, Lili diduga meminta agar Pemerintah Kota Tanjungbalai melunasi hak adik iparnya yang pernah bekerja di instansi air minum setempat.

    Lili diduga membocorkan informasi perkara Syahrial yang sedang diusut lembaganya. Dia bahkan merekomendasikan seorang pengacara untuk membantunya. Lili membantah membocorkan perkara ini. "Apalagi membantu dalam proses penanganan perkara yang sedang ditangani oleh KPK," ujar Lili dalam konferensi pers, 30 April 2021.

    Meski demikian, dia mengatakan sebagai pimpinan tak bisa menghindari komunikasi dengan kepala daerah dalam tugas pencegahan. "Komunikasi yang terjalin tentu saja terkait dengan tugas KPK dalam melakukan pencegahan supaya tidak terjadi tindak pidana korupsi," kata Lili.

    Firli Bahuri tak merespons permintaan wawancara Tim Indonesialeaks. Tim telah mengirimkan permohonan wawancara serta daftar pertanyaan ke nomor teleponnya dan melalui juru bicara KPK, Ali Fikri. Tim juga mendatangi kediamannya di kawasan Bekasi Selatan pada Sabtu, 19 Juni 2021. Penjaga rumah menyatakan Ketua KPK ini tak bisa diwawancara. Tiga penjaga menolak meneruskan surat permintaan wawancara kepada Firli. “Silakan ke kantor saja,” kata salah satunya.

    Baca juga: Dugaan Main-main Perkara Ala Firli Bahuri, dari Kasus Bansos sampai Ekspor Benih Lobster

    *Liputan ini merupakan kolaborasi beberapa media di bawah Indonesialeaks. Yaitu Jaring.id, Tirto.id, Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co, The Gecko Project, KBR, Suara.com, Independen.id


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.