Sultan HB X Batalkan Lockdown, Kasus Covid-19 Yogya 3 Hari Terakhir Nyaris 2.000

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X menyatakan batal menerapkan karantina wilayah atau lockdown.

    Bersamaan dengan keputusan menolak lockdown itu, kasus baru akibat Covid-19 di DIY terus melesat hingga Senin 21 Juni 2021.

    “Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 662 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 53.303 kasus,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Senin 21 Juni 2021.

    Angka di atas 600 yang terus mendekati 700 kasus dalam sehari di DIY ini, sudah terjadi tiga hari berturut-turut. Pada Sabtu 19 Juni misalnya kasus baru Covid-19 DIY bertambah 638 kasus, lalu pada 20 Juni kasus bertambah 665 kasus dan pada 21 Juni bertambah 662 kasus. Sehingga dalam tiga hari ini di DIY ada tambahan 1.965 kasus atau mendekati 2.000 kasus.

    Berty menuturkan tambahan kasus hari ini di DIY disumbang terbanyak dari Kabupaten Bantul sebanyak 221 kasus , Kabupaten Sleman 219 kasus, Kabupaten Gunungkidul 111 kasus, Kota Yogyakarta 95 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo 16 kasus.

    “Penambahan kasus meninggal karena Covid-19 hari ini sebanyak 12 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  1.379 kasus,” ujar Berty.  Adapun case fatality rate di DIY sebanyak 2,59 persen. Sedangkan penambahan kasus sembuh hari ini sebanyak 218 kasus sehingga total sembuh menjadi 45.853 kasus.

    PRIBADI WICAKSONO

    Baca: Batalkan Lockdown, Sultan HB X: Bukan Karena Tekanan Pemerintah Pusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.