Keterisian RS di DKI 90 Persen, 2 Rusun Disiapkan untuk Tampung Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 19 Maret 2021. Sejumlah insan perfilman yang hadir antara lain Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. FOTO/Kemenko Perekonomian

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 19 Maret 2021. Sejumlah insan perfilman yang hadir antara lain Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. FOTO/Kemenko Perekonomian

    TEMPO.CO, Jakarta - Angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) rumah sakit Covid-19 di DKI Jakarta saat ini sudah mencapai 90 persen. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Pangdam Jaya untuk menyiapkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Nagrak di Cilincing dan Rusunawa Pasar Rumput di Setiabudi. sebagai fasilitas pendukung untuk menampung pasien.

    "Ini disiapkan seluruhnya di bawah koordinasi RS Darurat Kemayoran, yang dikendalikan oleh Pangdam," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Senin, 21 Juni 2021.

    Catatan Menteri Kesehatan, saat ini ada 87 kabupaten/kota di 29 provinsi dengan BOR di atas 70 persen. Merespon kondisi tersebut, Budi menyebut pemerintah akan berupaya menekan tingginya BOR dengan fokus mengatasi permasalahan di hulu.

    "Kami fokus ke sisi hulu, bagaimana mencegah agar orang sehat agar jangan menjadi sakit," ujar Budi.

    Dalam hal ini, ujar Budi, Jokowi sudah memberi dua arahan. Pertama, memerintahkan penerapan protokol kesehatan dipastikan terimplementasi dengan baik di lapangan sesuai dengan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Kedua, melakukan akselerasi vaksinasi hingga 1 juta dosis per hari.

    Untuk PPKM Mikro, ujar dia, terpenting adalah mengurangi mobilitas dengan membatasi pergerakan 75-100 persen untuk zona merah. Selanjutnya, pemerintah juga meningkatkan testing dan tracing.

    "Karena banyak klaster keluarga, satu RT dites saja semua untuk kita bisa memastikan siapa yang terkena siapa yang tidak. Kalau sudah lebih dari lima rumah yang terkena, kita melakukan penyekatan secara spesifik untuk di level RT tersebut dengan bantuan TNI dan Polri," ujar Budi.
    "Jika daerah tersebut padat, kita akan memberlakukan isolasi terpusat".

    Mereka yang memiliki gejala ringan dan sedang didorong ke tempat isolasi terpusat, agar rumah sakit Covid-19 bisa fokus menangani pasien dengan gejala berat. "Beliau (Presiden) memberikan arahan agar isolasi terpusat itu harus tersebar sebanyak mungkin ke daerah-daerah, baik kecamatan maupun kelurahan sehingga meringankan beban yang ada rumah sakit Covid-19 seperti RSDC Wisma Atlet," tuturnya.

    DEWI NURITA

    Baca: Besok, Penguatan PPKM Mikro: Mal Tutup Jam 8 Malam - Hidangan Hajatan Dilarang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.