Jokowi Siapkan 2 Jalan Atasi Tempat Tidur Pasien Covid-19 yang Menipis

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Sabtu, 12 Juni 2021. Jawa Barat mengalami peningkatan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk pasien COVID-19 mencapai 68 persen serta 85 persen untuk Bandung Raya. ANTARA/Novrian Arbi

    Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Sabtu, 12 Juni 2021. Jawa Barat mengalami peningkatan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk pasien COVID-19 mencapai 68 persen serta 85 persen untuk Bandung Raya. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melapor kepada Presiden Jokowi soal angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pasien Covid-19 di sejumlah daerah dalam rapat terbatas siang ini. Tercatat, ada 87 kabupaten/kota dengan BOR di atas 70 persen.

    Angka tersebut sudah melewati ambang batas aman yang ditetapkan WHO. Merespon kondisi tersebut, Budi menyatakan pemerintah akan berupaya menekan tingginya BOR dengan fokus mengatasi permasalahan di hulu.

    "Kami fokus ke sisi hulu. Bagaimana mencegah agar orang sehat agar jangan menjadi sakit," ujar Budi dalam konferensi pers daring, Senin, 21 Juni 2021.

    Dalam hal ini, ujar Budi, Jokowi sudah memberi dua arahan. Pertama, memerintahkan penerapan protokol kesehatan dipastikan terimplementasi dengan baik di lapangan sesuai dengan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro. Kedua, melakukan akselerasi vaksinasi hingga 1 juta dosis per hari.

    Untuk PPKM Mikro, ujar dia, terpenting adalah mengurangi mobilitas dengan membatasi pergerakan 75-100 persen untuk zona merah. Selanjutnya, pemerintah juga meningkatkan testing dan tracing.

    "Karena banyak klaster keluarga, satu RT dites saja semua untuk memastikan siapa yang terkena, siapa yang tidak. Kalau sudah lebih dari lima rumah yang terkena, kita melakukan penyekatan secara spesifik untuk di level RT tersebut dengan bantuan TNI dan Polri," ujar Menkes Budi Gunadi. Sedangkan jika daerah yang terpapar Covid-19 padat, maka pemerintah akan memberlakukan isolasi terpusat.  

    Sebelumnya, lima organisasi profesi dokter spesialis mengingatkan pemerintah pusat bahwa rumah sakit terancam kolaps jika pasien Covid-19 terus melonjak. Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan saat ini para tenaga kesehatan sudah mulai melakukan triase, memilah pasien Covid-19 yang harus diprioritaskan.

    Sebab, stok alat kesehatan seperti oksigen terbatas. "Kalau oksigennya ada 9, pasiennya ada 20 nah itu akan jadi dilematis sekali bagi dokter untuk memutuskan yang mana yang diberi oksigen," ujar Erlina, Jumat lalu.

    Menurut Erlina, lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun lalu. "Peningkatan kasus sangat cepat naiknya. Kalau dulu naiknya bertahap, tapi sekarang okupansi 20-30 persen di Mei, sekarang tiba-tiba 80 persen. Ini menunjukkan pasien luar biasa, karena kalau banyak dirawat tentu banyak yang berat," kata dia ihwal makin menipisnya stok alat untuk pasien Covid-19.

    Baca juga: Antrean Pasien Covid-19 di IGD RSUD Pasar Minggu, DPRD: Membeludak, tapi ...

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.