Kasus Covid-19 Naik: Menkes Jelaskan soal Jokowi Pilih Ekonomi atau Kesehatan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku banyak mendapat pertanyaan ihwal arahan Presiden Joko Widodo di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini. Kebijakan yang diambil pemerintahan Jokowi dipertanyakan, apakah mengutamakan ekonomi atau kesehatan.

    "Bapak Presiden pilihannya kemana, antara ekonomi dan kesehatan?," ujar Budi mengulangi pertanyaan yang datang kepadanya, dalam konferensi pers daring, Senin, 21 Juni 2021.

    Menurut Budi, arahan Jokowi sejak awal jelas bahwa dua sektor tersebut tidak bisa dipisahkan. "Bapak Presiden sejak awal jelas mengatakan, ekonominya tidak akan bisa selesai, kalau kesehatannya tidak selesai. Karena memang isu utamanya adalah kesehatan," ujar Menkes Budi Gunadi.

    "Oleh karena itu, Bapak Presiden mengutamakan isu kesehatannya harus selesai," lanjut dia.

    Adapun sejumlah epidemiolog dan praktisi kesehatan meminta pemerintah menarik rem darurat dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga lockdown demi menekan lonjakan kasus. Pemerintah diminta mengutamakan kesehatan ketimbang ekonomi.

    Kelompok relawan bantu warga Lapor Covid-19 bahkan membuat petisi daring yang meminta Presiden Jokowi untuk segera melakukan lockdown. Namun, hingga saat ini, opsi itu belum menjadi pilihan pemerintah.

    Menkes Budi menekankan, arahan Jokowi menghadapi lonjakan kasus Covid-19 saat ini masih konsisten pada dua hal. Pertama, memerintahkan penerapan protokol kesehatan dipastikan terimplementasi dengan baik di lapangan sesuai dengan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro. Kedua, melakukan akselerasi vaksinasi hingga 1 juta dosis per hari.

    Baca juga: Asrama Haji Siap Tampung Pasien Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.