Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Golkar: Masyarakat Tak Mau Lihat ke Belakang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan Indonesia kembali ke masa lalu dalam konteks demokrasi prosedural, termasuk soal masa jabatan presiden

    "Survei ini menegaskan masyarakat tidak mau lihat ke belakang, mereka mau moving forward," kata Doli menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) seperti dikutip dari kanal Youtube SMRC, Senin, 21 Juni 2021.

    Hasil survei SMRC mencatat 74 persen responden menghendaki masa jabatan presiden dua periode dipertahankan. Hanya 13 persen yang ingin masa jabatan diubah, dan 13 persen lainnya tidak menyatakan sikap.

    Sebanyak 84,3 persen responden juga menyatakan tidak setuju presiden tidak dipilih langsung melainkan ditentukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hanya 8,4 persen yang menyatakan setuju.

    Survei SMRC ini digelar pada 21-28 Mei 2021 terhadap 1.220 responden yang dipilih secara multistage random sampling. Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebanyak 1.072 sehingga jumlah inilah yang dianalisis. SMRC menyebut margin of error surveinya 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Masa jabatan presiden lebih dari dua periode dan pemilihan presiden oleh MPR berlaku di Indonesia sebelum masa reformasi. Saat reformasi 1998 pecah, salah satu agendanya ialah membatasi masa jabatan presiden menjadi dua periode saja.

    "Untuk urusan prosedural dalam konteks demokrasi, ya sudahlah enggak usah balik ke sana," kata Doli. "(Termasuk) masa jabatan presiden dan seterusnya."

    Doli mengatakan pandangan masyarakat ini sejalan dengan sikap Presiden Joko Widodo ihwal masa jabatan Presiden 3 periode. Dalam dua kesempatan sebelumnya, Jokowi menyatakan taat pada konstitusi yang membatasi masa jabatan dua periode dan tak berminat menjadi presiden untuk ketiga kalinya.

    "Pak Presiden Jokowi sama pandangannya dengan hasil survei yang kita lihat siang ini. Lebih baik ke depan kita bicarakan efektivitas demokrasi terhadap pembangunan kesejahteraan," ucap Ketua Komisi Pemerintahan DPR soal masa jabatan presiden ini.

    Baca juga: Sejumlah Menteri dan Eks Pejabat Diduga Rancang Jokowi 3 Periode



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.