Survei SMRC: 74 Persen Ingin Masa Jabatan Dua Kali Dipertahankan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasehat Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 M Qodari dan Ketua Umum Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 Baron Danardono, saat syukuran Sekretariat Nasional Komunitas Jokowi-Prabowo 2024, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juni 2021. Tempo/Egi Adyatama

    Penasehat Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 M Qodari dan Ketua Umum Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 Baron Danardono, saat syukuran Sekretariat Nasional Komunitas Jokowi-Prabowo 2024, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juni 2021. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan survei nasional ihwal sikap publik nasional terhadap Amandemen Presidensialisme dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Survei menunjukkan 74 persen masyarakat ingin jabatan presiden dua kali dipertahankan.

    "Yang ingin masa jabatan presiden diubah hanya 13 persen, dan yang tidak punya sikap 13 persen," demikian pernyataan dalam SMRC yang diterima Tempo pada Ahad, 20 Juni 2021.

    Dari survei tersebut, gagasan mengubah ketentuan masa jabatan presiden yang berlaku saat ini, tidak mendapat dukungan dari rakyat pada umumnya.

    Namun demikian, penolakan perubahan masa jabatan presiden lebih dari dua kali ini menurun ketika nama Jokowi disebutkan. Saat ada pertanyaan, "Setuju atau tidak, Jokowi harus kembali menjadi capres 2024?", responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju mencapai 52,9 persen, yang menjawab sangat setuju dan setuju 40,2 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab. " Artinya, ada efek Jokowi," kata SMRC.

    ADVERTISEMENT

    Bahkan, di kelompok pemilih Jokowi sendiri, cukup banyak yang menolak gagasan Jokowi untuk tiga periode, yakni 38 persen. Sementara yang menolak adalah 55 persen, dan tidak menjawab yaitu tujuh persen.

    Penolakan atas pencalonan Jokowi untuk ketiga kalinya, datang dari massa pendukung Prabowo Subianto dengan persentase 86 persen, dan oleh warga yang kurang puas dengan kinerja Jokowi dengan 80 persen.

    Survei SMRC dilakukan dengan wawancara lapangan pada 21-28 Mei 2021. Pengambilan sample dilakukan secara random (multistage random sampling) terhadap 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai
    secara valid) sebesar 1072 atau 88 persen. Margin of error sebesar ± 3.05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.