Kejagung Dalami Pemalsuan Paspor oleh Adelin Lis Saat Kabur

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adelin Lis. TEMPO/Hambali Batubara

    Adelin Lis. TEMPO/Hambali Batubara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung bakal mendalami dugaan pemalsuan paspor yang dilakukan Adelin Lis selama masa pelarian ke luar negeri dalam 14 tahun.

    Adelin Lis diketahui menggunakan paspor dengan identitas yang berbeda, yakni Hendro Leonard. "Nanti kami lihat setelah dilakukan pemeriksaan terhadap terpidana," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezen Simajuntak melalui keterangan tertulis pada Ahad, 20 Juni 2021.

    Imbas dari pemalsuan paspor, Adelin Lis ditangkap otoritas Singapura pada 2018. Pengadilan Singapura pun menjatuhkan hukuman dengan denda S$ 14 ribu pada Juni 2021.

    Ketika tengah memproses kasus pemalsuan ini, yakni pada Maret 2021, Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan Singapura menyurati Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, meminta verifikasi terkait identitas Adelin Lis. KBRI Singapura lalu meneruskan informasi tersebut kepada Kejaksaan Agung. Keberadaan Adelis Lin pun diketahui.

    Pada 2008 Mahkamah Agung sudah menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kepada Adelin Lis dalam kasus pembalakan liar.

    Ia juga dijatuhi hukuman pidana uang pengganti sebesar Rp119,8 miliar serta dana reboisasi US$2,938 juta. Namun, Adelin Lis melarikan diri dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

    Baca juga: 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.