Direktur Eksekutif Indo Barometer Jelaskan Lahirnya Relawan Jokowi-Prabowo 2024

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018. TEMPO.Dewi Nurita

    Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018. TEMPO.Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, menjelaskan alasan terbentuknya relawan atau Komunitas Jokowi-Prabowo 2024. Menurut Qodari, hal ini terjadi karena muncul ide dan gagasan dari berbagai kalangan agar Presiden Joko Widodo bisa melanjutkan masa jabatannya sebagai presiden atau menjabat tiga periode.

    “Ini dimulai dari Februari-Maret lalu. Ide dilontarkan di berbagai media massa maupun media sosial,” katanya dalam pesan WhatsApp, Jumat, 18 Juni 2021.

    Qodari melanjutkan ide itu pun semakin kencang dibahas dengan sejumlah kalangan. Misalnya, kata Qodari, ia bertemu dengan simpatisan Jokowi dalam Pilpres 2019, Baron Danardono Wibowo. Baron, menurut Qodari, juga merupakan ketua salah satu relawan pendukung Jokowi bernama Cabe Rawit.

    Qodari juga bertemu dengan Timothy Ivan Triyono, yang ia sebut sebagai mantan aktivis Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta. Qodari menuturkan, setelah berdiskusi dengan keduanya, mereka sepakat untuk membentuk suatu wadah yang belakangan diberikan nama Komunitas Jokowi-Prabowo. “Karena ide itu harus punya kaki berupa organisasi agar bisa disebarkan di seluruh Indonesia,” katanya.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Qodari, nama Prabowo diambil karena dinilai bisa menyatukan masyarakat yang terbelah akibat Pilkada 2017 – pendukung dan penolak calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – dan Pemilihan Presiden 2019. Ketika itu, Jokowi kembali berhadapan dengan Prabowo.

    “Solusinya menggabungkan representasi dua tokoh terkuat di Indonesia, yakni Jokowi dan Prabowo,” ujar Qodari.

    Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 akan menggelar syukuran peresmian sekretariat mereka pada Sabtu, 19 Juni lalu. Dalam Komunitas itu, Qodari menjabat sebagai penasihat. Sedangkan Baron sebagai ketua umum, dan Timothy menjadi sekretaris jenderal.

    Baca juga: Pengamat Politik Qodari Jelaskan Alasan Mendukung Wacana Jokowi 3 Periode

    HUSSEIN ABRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?