Kasus Covid-19 Meledak, Anggota DPR: Tanda Faskes Kolaps di Depan Mata

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ambulan yang kelelahan tengah istirahat sejenak usai bertugas lebih dari 12 jam mengantar pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala menengah hingga berat di halaman rumah sakit pemerintah RSKIA, Bandung, Rabu, 16 Juni 2021. Penularan Covid-19 di Indonesia terus menunjukan grafik meningkat. TEMPO/Prima Mulia

    Pengemudi ambulan yang kelelahan tengah istirahat sejenak usai bertugas lebih dari 12 jam mengantar pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala menengah hingga berat di halaman rumah sakit pemerintah RSKIA, Bandung, Rabu, 16 Juni 2021. Penularan Covid-19 di Indonesia terus menunjukan grafik meningkat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, Charles Honoris, mengatakan pertanda fasilitas kesehatan (Faskes) akan roboh semakin mendekat seiring kenaikan kasus Covid-19. “Tanda-tanda kolaps sudah di depan mata,” ujarnya dalam pesan pendek, Jumat, 18 Juni 2021.

    Politikus PDIP ini melanjutkan gelagat itu terlihat dari antrean pasien Covid-19 yang mengular untuk masuk ke dalam rumah sakit. Beberapa rumah sakit pun penuh dan menolak para pasien yang positif Covid-19. Belum lagi, kata dia, ada orang yang terpapar Covid-19 yang meninggal di perjalanan karena tak mendapatkan rumah sakit rujukan.

    Selain itu, lanjut Charles, angka ketersediaan tempat tidur di seluruh provinsi Pulau Jawa pun sudah tinggi. Bahkan, lanjut dia, di Jakarta ketersediaan tempat tidur sudah mencapai 80 persen.

    “Bayangkan, bagaimana jika fasilitas kesehatan dari separuh populasi nasional ikut kolaps,” ujar Charles. “Di sisi lain, para tenaga kesehatan keteteran karena lonjakan pasien yang tak terkira.”

    ADVERTISEMENT

    Lonjakan kasus Covid-19 semakin naik setelah libur lebaran. Angka penularan dan kematian akibat Covid-19 pun mencetak rekor baru pada Kamis, 17 Juni 2021, yakni 12.624 orang positif Covid-19 dan 227 orang meninggal.

    Menurut Charles, angka kematian akibat Covid-19 itu tertinggi sejak 3 April 2021. “Ini bukan lagi mengkhawatirkan, tapi mengerikan,” ujarnya ihwal kenaikan kasus Covid-19.

    Baca juga: Tambahan Kasus Covid-19 Jakarta Hari Ini 4.737 Orang, Tertinggi Selama Pandemi

    HUSSEIN ABRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?