Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris Jaringan JAD di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel menggiring tersangka teroris saat akan diberangkatkan ke Jakarta di Bandara lama Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Februari 2021. Keaktifan mereka sebagai anggota FPI diketahui ketika penyidik melakukan pemeriksaan. ANTARA/Abriawan Abhe

    Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel menggiring tersangka teroris saat akan diberangkatkan ke Jakarta di Bandara lama Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Februari 2021. Keaktifan mereka sebagai anggota FPI diketahui ketika penyidik melakukan pemeriksaan. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri meringkus empat orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Jawa Barat pada dua waktu yang berbeda, yakni 16 Juni dan 18 Juni 2021.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan, tiga terduga teroris itu adalah T alias AU, RAH alias BM, SU alias SUK, dan DR alias AQD.

    "Keterlibatannya adalah mereka sebagai pemateri kajian terhadap JAD di beberapa tempat yang ada di wilayah Priangan Timur," ujar Ramadhan melalui konferensi pers daring pada Jumat, 18 Juni 2021.

    Lebih lanjut, ketiga terduga teroris itu juga pernah mengikuti pelatihan di Gunung Galunggung pada September 2019. Lalu pada Desember 2019, mereka memimpin dan memandu baiat para Jamaah Ansharut Daulah Priangan Timur di rumah seseorang berinisial Y di Pangandaran.

    ADVERTISEMENT

    "Serta membuat RQ sabilunnajah yang bertujuan untuk mengumpulkan para anshor daulah se-Jawa Barat. Perlu diketahui kajian pemahaman yang diberikan oleh para tersangka berdampak terhadap salah satu anshor daulah atas nama R yang sudah ditangkap karena mempersiapkan diri membuat bahan peledak yang akan digunakan untuk melakukan aksi-aksi terorisme," kata Ramadhan ihwal penangkapan terduga teroris.

    Baca juga: Penangkapan Terduga Teroris di Bogor, Ketua RW Ungkap Keseharian Anggota JAD Itu

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?