Positivity Rate Tinggi, Ikatan Dokter Anak Tak Setuju Sekolah Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru memberikan arahan kepada murid saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap 2. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Seorang guru memberikan arahan kepada murid saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap 2. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan tak setuju jika sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tetap digelar pada Juli 2021. Menurut Aman, pembukaan sekolah bagi siswa masih terlalu berisiko mengingat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pasca libur Lebaran ini.

    Menurut Aman, syarat pertama PTM dilakukan adalah positivity rate di bawah 5 persen. Sementara positivity rate saat ini berada di angka 37 persen.

    "IDAI sangat mendukung usaha untuk sekolah tatap muka karena ini adalah human capital namun ada syarat pertamanya, positivity rate harus di bawah 5 persen. Saat ini positivity rate kita 37 persen," kata Aman dalam konferensi pers secara virtual, Jumat, 18 Juni 2021.

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim sebelumnya menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021.

    Pembelajaran tatap muka rencananya dilakukan dengan sistem rotasi. Sebagian siswa akan bergantian masuk ke sekolah dan sisanya melakukan pembelajaran daring secara bergantian. Pemerintah menetapkan sekolah tatap muka hanya bagi daerah zona hijau.

    Menurut Aman, peta zonasi Covid-19 tidak bisa menjadi patokan pembukaan sekolah. Ia menyebut bahwa risiko penularan di semua daerah sama saja.

    "Kami tetap menganggap tidak ada itu daerah hijau atau merah karena tidak ada batas kok. Jadi tolong lah kita lihat ini secara bijaksana," ujar Ketua Umum IDAI Aman ihwal kebijakan sekolah tatap muka.

    Baca juga: Ikatan Dokter Anak Indonesia Belum Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.