Istana: Presiden Akan Memilih Panglima TNI Terbaik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu yang paling awal mendapatkan jatah kursi komisaris adalah aktivis Fadjroel Rachman. Fadjroel yang kini menjadi juru bicara presiden tersebut ditunjuk menjadi komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada September 2015. Pada Kamis, 4 Juni 2020, Fadjroel tak lagi menjadi menjadi komisaris utama di Adhi Karya. Tapi, hanya berselang dua hari, ia ternyata sudah menjadi komisaris di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. TEMPO/Subekti

    Salah satu yang paling awal mendapatkan jatah kursi komisaris adalah aktivis Fadjroel Rachman. Fadjroel yang kini menjadi juru bicara presiden tersebut ditunjuk menjadi komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada September 2015. Pada Kamis, 4 Juni 2020, Fadjroel tak lagi menjadi menjadi komisaris utama di Adhi Karya. Tapi, hanya berselang dua hari, ia ternyata sudah menjadi komisaris di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta – Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Komunikasi Joko Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan Presiden Joko Widodo mempunyai hak prerogatif untuk menentukan siapa pun Panglima TNI baru pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. “Kita tunggu saja, pasti dipilih yang terbaik,” ujarnya dalam pesan pendek, Jumat, 18 Juni 2021.

    Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November mendatang. Sesuai aturan, calon penggantinya adalah jenderal bintang empat. Saat ini, ada tiga jenderal bintang empat yang menjabat sebagai Kepala Staf TNI. Mereka adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa; Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo; dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksaman Yudo Margono.

    Dari ketiga nama itu, sejumlah anggota Komisi Pertahanan DPR menyebutkan Andika dan Yudo menjadi calon kuat pengganti Hadi. Musababnya, Fadjar dinilai sulit menjadi Panglima TNI karena sama-sama berasal dari Angkatan Udara dengan Hadi.

    Anggota Komisi Pertahanan DPR, Bobby Adhityo Rizaldi, mengungkapkan ada sejumlah pekerjaan besar yang menanti bagi siapapun yang menjabat sebagai Panglima TNI. Menurut Bobby, hal utama yang akan menjadi pekerjaan besar bagi Panglima TNI baru adalah mewujudkan visi Presiden Joko Widodo. “Menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata politikus Golkar ini kepada Tempo, Selasa, 15 Juni 2021.

    ADVERTISEMENT

    Poros maritim merupakan gagasan Jokowi sejak ia maju sebagai calon presiden pada 2014 lalu. Poros maritim sendiri berupa gagasan yang menyambungkan konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, serta perbaikan transportasi laut.

    Selanjutnya, Bobby menuturkan, Panglima TNI baru juga mempunyai pekerjaan besar untuk menguatkan postur pertahanan yang menyesuaikan dengan alat peralatan pertahanan dan keamanan. Selain itu, juga mendukung upaya pemulihan Covid-19 yang merupakan salah satu langkah menjaga stabilitas keamanan nasional.

    Mengenai sumber daya manusia di ruang lingkut TNI, menurut Bobby, Panglima TNI baru juga harus memperbaikinya dengan mengoptimalkan struktur organisasi yang dibentuk Panglima TNI Hadi Tjahjanto. “Soal SDM, dengan regulasi terakhir bisa teratasi dalam periode sampai 2024,”

    HUSSEIN

    Baca: DPR Sebut Deretan PR bagi Calon Pengganti Panglima TNI Hadi Tjahjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.