Penipuan Pinjaman Online, Polisi Tangkap 5 Orang yang Libatkan Jaringan Tiongkok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pinjaman online. Shutterstock

    Ilustrasi pinjaman online. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Bareskrim Polri menangkap lima orang dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan pinjaman online yang melibatkan jaringan asal Tiongkok.

    Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Whisnu F Kuncoro mengatakan para pelaku menyediakan layanan pinjaman online menggunakan aplikasi RPCepat yang tidak tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau aplikasi ilegal.

    "Tersangka ada lima orang ditangkap di wilayah Jakarta Barat, dan ada dua tersangka masih DPO yang diduga warga negara asing asal Tiongkok," kata Whisnu Kamis 17 Juni 2021.

    Whisnu menyebutkan, penangkapan para tersangka berdasarkan laporan dari masyarakat. Total ada empat pelapor yang masuk ke Dirtipideksus Bareskrim Polri. Tetapi penyidik menerima banyak aduan masyarakat terkait pinjaman online yang meresahkan. Beberapa korban, kata Whisnu, mendapatkan teror dengan foto-foto vulgar, dan melakukan tagihan ke kerabat, teman dan orang terdekat.

    ADVERTISEMENT

    Aksi para pelaku penipuan pinjaman online tersebut membuat korbannya stres karena terus diteror. Aplikasi RPCepat menipu para korbannya, dengan mempromosikan pinjaman senilai Rp1 juta, tetapi yang disetujui Rp500 ribu dan diberikan Rp250 ribu. Sementara bunga pengembaliannya besar bisa dua kali lipat bahkan lebih. "Kami informasikan kepada masyarakat bahwa aplikasi RPCepat ini tidak ada izinnya," ucap Whisnu.

    Ia menjaskan, secara legalitas aplikasi RPCepat dibawah operasional PT SCA tidak berizin. Setelah dilakukan pengecekan ke OJK, penyidik langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

    Para pelaku melakukan aksi dengan cara berpindah tempat, untuk mengelabui petugas. Selain menawarkan pinjaman online, pelaku juga melakukan tindak pidana pencurian data menggunakan aplikasi dari Tiongkok. "Kita lihat ada ribuan 'SIM card' yang ditemukan di tempat kejadian perkara, alat-alat modempool, ini untuk mengirimkan pesan ke ribuan nomor ponsel," papar Whisnu.

    Hingga kini penyidik Dittipideksu Bareskrim Polri masih memburu dua warga negara Tiongkok, Xuan Wei dan Gao Kun yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menyebutkan, jaringan penipuan pinjaman online tersebut telah beroperasi selama empat tahun, dari tahun 2018 hingga 2021.

    Baca: Hindari Kesalahan Pakai Pinjaman Uang Online


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?