Kabareskrim Jelaskan Alasan Tebang Pilih Pelaku Premanisme dan Pungli

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Andrianto. Instagram

    Agus Andrianto. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan hanya pelaku dengan peran penting dalam aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) yang menjalani hukuman pidana.

    "Simpul-simpul yang punya peran penting akan menjadi prioritas penyidik. Kalau ikut-ikutan, ya lebih baik dibina," ujar Kabareskrim Agus saat dikonfirmasi pada Kamis, 17 Juni 2021.

    Agus Andrianto menjelaskan pemilihan jenis hukuman terhadap pelaku aksi premanisme dan pungli atas beberapa alasan. Salah satunya karena rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang sudah melebihi kapasitas.

    "Kami harus melihat masalah secara holistik sehingga tidak timbul masalah baru dan ekses baru penyertanya," kata Agus. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan akan berapa lama pembinaan dilakukan kepada para pelaku.

    ADVERTISEMENT

    Hingga 14 Juni 2021, sebanyak 3.823 orang diduga terlibat kasus premanisme dan pungli yang ditangkap polisi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Baca juga: 6 Polda Tangkap 3.823 Pelaku Premanisme dan Pungli

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?