Kemenhan Beli 8 Kapal Perang Italia, Pakar: Perkuat Kebutuhan Alutsista

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Pertahanan RI telah menandatangani kontrak untuk penyediaan delapan kapal perang jenis frigat dari pabrikan pembuat kapal ternama di Italia, Fincantieri. Kontrak yang dipublikasi pada 10 Juni 2021 tersebut mencakup 6 frigat kelas FREMM atau European multi-purpose frigate, serta 2 frigat kelas Maestrale yang dimodernisasi. Fincantieri

    Kementerian Pertahanan RI telah menandatangani kontrak untuk penyediaan delapan kapal perang jenis frigat dari pabrikan pembuat kapal ternama di Italia, Fincantieri. Kontrak yang dipublikasi pada 10 Juni 2021 tersebut mencakup 6 frigat kelas FREMM atau European multi-purpose frigate, serta 2 frigat kelas Maestrale yang dimodernisasi. Fincantieri

    TEMPO.CO, Jakarta - Co-founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai langkah Kementerian Pertahanan yang berencana membeli delapan unit kapal perang dari Italia sudah tepat. Kemenhan membeli enam kapal perang (fregat) kelas FREMM yang sudah dimodernisasi, dan dua kelas fregat kelas Maestrale.

    "Pengadaan fregat multi misi (FREMM) ini menurut saya memang selaras dengan upaya pencapaian kebutuhan pokok minimum (MEF) kekuatan pertahanan dan skenario ancaman," kata Khairul saat dihubungi, Senin, 14 Juni 2021.

    Apalagi menurut dia, Fregat ini memang masuk kategori 'heavy'. Untuk perairan Indonesia yang luas dan terdiri dari laut dalam dan dangkal, Khairul melihat pemilihan armada ini sudah tepat.

    Saat ini, ia mengatakan Indonesia memiliki 7 fregat aktif. Namun, 5 di antaranya termasuk dalam kelas Ahmad Yani (Bekas Van Speijk AL Belanda) yang akan dipensiunkan secara bertahap. Sedangkan dua fregat lainnya adalah kapal Kelas Sigma yang merupakan proyek kerjasama PT PAL dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda.

    ADVERTISEMENT

    "Jumlah ini masih di bawah target MEF yang mestinya dicapai pada 2024 yaitu 16 kapal jenis fregat," kata dia.

    Jika pembelian delapan Fregat baru ini berhasil, target MEF Indonesia memang belum tercapai. Bahkan jika kelas Ahmad Yani tidak dipensiun sekalipun. Meski begitu, Khairul menduga akan ada pembelian lanjutan jika kontrak awal sudah ditandatangani dan negosiasi berjalan baik.

    "Soal masih di bawah target, bisa jadi akan ada belanja fregat lainnya, dengan produsen lain dan spesifikasi berbeda atau melanjutkan kerjasama konstruksi kelas Sigma seperti 2 fregat yang sudah ada," kata Khairul.

    Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah menyepakati pengadaan delapan unit kapal perang Italia melalui kontrak kerja sama dengan Fincantieri, perusahaan Italia yang memproduksi kapal. Rinciannya, akan ada enam kapal perang (fregat) kelas FREMM, modernisasi, dan dua kelas fregat kelas Maestrale beserta logistiknya.

    Baca juga: Politikus Demokrat Pertanyakan Sumber Duit Kemenhan Beli 8 Kapal Perang Italia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...