Polisi Sebut Tak Temukan Racun Maupun Bekas Luka di Jenazah Wakil Bupati Sangihe

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong di kapal laut menuju Tahuna, Kamis malam, 10 Juni 2021. Foto: Istimewa

    Jenazah Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong di kapal laut menuju Tahuna, Kamis malam, 10 Juni 2021. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan tak menemukan kandungan racun di dalam tubuh Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan, penyebab kematian Helmud murni karena mengidap penyakit. 

    "Iya karena penyakit dan tidak ditemukan racun pada saat pemeriksaan otopsi," ujar Jules saat dihubungi pada Senin, 14 Juni 2022. 

    Pun terhadap bekas luka, menurut Jules, juga tidak ditemukan. Ia menegaskan tak ada kejanggalan terkait penyebab kematian Helmud. "Iya benar (tidak ada kejanggalan)," kata Jules. 

    Helmud Hontong meninggal di pesawat Lion Air JT 740 dalam perjalanan dari Bali menuju Makassar, Rabu 9 Juni 2021. 

    Sebelum meninggal, Helmud melakukan perjalanan dinas untuk menghadiri rapat dengan wakil bupati seluruh Indonesia di Bali. Didampingi ajudannya, Harmen Kontu, ia pulang naik pesawat Lion Air rute Denpasar-Makassar-Manado dengan jadwal lepas landas pukul 15.08 WITA dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

    Helmud Hontong duduk di kursi nomor 25E, sedangkan ajudannya di kursi sebelahnya, yaitu 25F. Di dalam pesawat, Helmud batuk-batuk dan mengeluarkan darah dari hidung serta mulut.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Polisi Sebut Penyebab Kematian Wakil Bupati Sangihe Akibat Komplikasi Penyakit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.