Arahan Jokowi pada Seknas untuk Pilpres 2024: Sabar, Jangan Tergesa-Gesa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta relawan pendukungnya yang tergabung dalam Seknas Jokowi, agar lebih bersabar dalam menentukan sikap dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Jokowi menegaskan masih ada waktu untuk Seknas menentukan sikap.

    "Saya menyarankan pada relawan untuk mengamati dulu. Jangan tergesa-gesa, ojo kesusu. Mari kita pelajari bersama-sama konstelasi politik, mari pelajari bersama-sama peta politiknya dengan baik," kata Jokowi dalam sambutannya, dalam pembukaan Rapimnas Seknas Jokowi 2021, yang disiarkan via YouTube Seknas Jokowi, 13 Juni 2021.

    Jokowi mengatakan dalam beberapa minggu terakhir, banyak relawan yang bertanya padanya tentang sikap Seknas terhadap Pilpres 2024. Jokowi mengaku memahami situasi ini. Terlebih, Seknas Jokowi telah terbukti mengantarkan dirinya terpilih dua kali sebagai presiden.

    "Saya tahu relawan Jokowi, termasuk Seknas Jokowi ini seksi. Seksi. Pasti akan ditarik-tarik ke sana kemari oleh para calon yang akan maju pada pemilihan presiden 2024," kata dia.

    Ia mengatakan saat ini sudah ada relawan Jokowi yang ditarik mendukung salah satu calon. Ada juga yang dirayu-rayu mendukung calon lain.

    "Tapi masih lebih banyak lagi relawan yang masih menunggu," kata Jokowi.

    Jokowi mengingatkan masih ada waktu sebelum pemilihan dimulai. Untuk saat ini, ia meminta Seknas Jokowi untuk fokus membantu pemerintah membantu pemerintah untuk membantu pandemi Covid-19 yang disertai krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

    "Kesehatan dan keselamatan rakyat harus yang paling diutamakan. Indonesia harus tangguh menghadapi pandemi. Tapi kita juga ingin kehidupan ekonomi bisa segera tumbuh," kata Jokowi.

    Baca: Demokrat: Survei Kepuasan ke Jokowi Jangan Jadi Alasan Perpanjang Masa Jabatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.