Survei SMRC: Punya Efek Jokowi, Ganjar Tetap Unggul tanpa Pemilih PDIP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah), memberikan bantuan alat kesehatan kepada Dinkes Kabupaten Banyumas saat meninjau program vaksinasi COVID-19 di Puskesmas II Sokaraja, Banyumas, Jateng, Kamis 10 Juni 2021. Ganjar meminta perubahan pola vaksinasi dengan menargetkan vaksin yang ada saat ini diberikan seluruhnya untuk lansia hingga bulan Juli, menyusul kepastian akan adanya ketersediaan vaksin COVID-19 dalam jumlah besar dari Kementerian Kesehatan RI. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah), memberikan bantuan alat kesehatan kepada Dinkes Kabupaten Banyumas saat meninjau program vaksinasi COVID-19 di Puskesmas II Sokaraja, Banyumas, Jateng, Kamis 10 Juni 2021. Ganjar meminta perubahan pola vaksinasi dengan menargetkan vaksin yang ada saat ini diberikan seluruhnya untuk lansia hingga bulan Juli, menyusul kepastian akan adanya ketersediaan vaksin COVID-19 dalam jumlah besar dari Kementerian Kesehatan RI. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad memprediksi Ganjar Pranowo tetap berpeluang menang jika maju di Pilpres 2024 meski tidak dicalonkan PDI Perjuangan. Saidiman mengatakan peluang Ganjar akan lebih berat, tetapi tetap unggul karena berpotensi dicalonkan partai lain dan menangguk dukungan dari para pemilih Presiden Joko Widodo.

    "Mengapa Ganjar masih unggul, meski lebih berat, tanpa pemilih PDIP? Jawabannya kemungkinannya karena ada efek partai lain dan efek Jokowi," kata Saidiman dalam rilis hasil survei, Ahad, 13 Juni 2021.

    SMRC awalnya melakukan simulasi elektabilitas terhadap 569 dari 1.072 responden yang mengetahui Ganjar, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto. Dari kelompok yang tahu ini, untuk simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar 43,3 persen, sedangkan Prabowo 24,4 persen dan Anies 21,7 persen.

    Kemudian dari 569 responden ini, SMRC tidak menyertakan pemilih PDI Perjuangan. Saidiman tak menjelaskan berapa jumlah pemilih PDIP yang dieksklusi dari simulasi ini.

    ADVERTISEMENT

    Dia hanya menyebutkan hasilnya sebanyak 35,3 persen memilih Ganjar, 30,8 persen memilih Prabowo, dan 25,5 persen memilih Anies, serta 8,4 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

    Saidiman mengatakan, Ganjar mendapatkan dukungan dari pemilih partai lain, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (68 persen dari basis pemilihnya), Partai Demokrat (40 persen), dan Partai Golkar (36 persen), partai nonparlemen (46 persen), dan yang menyatakan belum tahu akan memilih partai mana (23,9 persen).

    Elektabilitas Ganjar juga terdongkrak responden yang puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. Dari basis responden yang mengetahui Ganjar, Anies, dan Prabowo, bukan pemilih PDIP, serta puas dengan kinerja Jokowi, sebanyak 43,9 persen mendukung Ganjar.

    Di kelompok pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi, Saidiman mengimbuhkan, elektabilitas Ganjar juga unggul dari Prabowo dan Anies.

    "Sda kecenderungan bahwa mereka yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi itu cenderung memilih Pak Ganjar Pranowo walaupun mereka ini bukan massa pemilih PDIP. Sementara sebaliknya, yang tidak puas cenderung memilih Pak Prabowo Subianto dan Anies Baswedan," kata Saidiman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?