Warga Jabodetabek akan Gugat Juliari Batubara di Kasus Bansos Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Juliari Peter Batubara, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Juliari Peter Batubara, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga Jabodetabek akan menggugat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 14 Juni 2021. Mereka akan meminta ganti rugi atas korupsi Bantuan Sosial Covid-19 yang diduga dilakukan Juliari.

    Gugatan dilayangkan setelah sejumlah organisasi, seperti Indonesia Corruption Watch, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Visi Integritas, LBH Jakarta dan YLBHI membuka posko pengaduan. Lewat posko itu, sejumlah warga mengadukan kerugian yang mereka derita terkait korupsi bansos Covid-19.

    “Kebanyakan warga mengadu mendapatkan paket bansos yang tidak layak konsumsi,” kata peneliti Kontras yang akan menjadi kuasa hukum warga, Andi Muhammad Rezaldy dalam konferensi pers daring di kanal YouTube ICW, Ahad, 13 Juni 2021.

    Sebelumnya, Juliari dan dua bawahannya Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi bansos Covid-19. Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Juliari menarik Rp 10 ribu dari paket bansos yang disalurkan ke wilayah Jabodetabek. KPK mendakwa Juliari menerima total duit Rp 32 miliar dari korupsinya tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Dua pengusaha yang menjadi vendor penyedia bansos dan menyuap Juliari Batubara telah divonis lebih dulu. Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utomo, Ardian Iskandar Maddanatja dan pengusaha, Harry Van Sidabukke divonis bersalah karena terbukti menyuap Juliari. Keduanya dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.