Kepala BNPB Instruksikan 6 Strategi Penanggulangan Covid-19 Setelah Lebaran

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 2 Juni 2021. Dalam tinjauan itu, Ganip Warsito melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta apel penambahan personel Satgas sebanyak 450 orang guna membantu memberlakukan PPKM berbasis Mikro dan penegakan protokol kesehatan. ANTARA /Yusuf Nugroho

    Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 2 Juni 2021. Dalam tinjauan itu, Ganip Warsito melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta apel penambahan personel Satgas sebanyak 450 orang guna membantu memberlakukan PPKM berbasis Mikro dan penegakan protokol kesehatan. ANTARA /Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Ganip Warsito memberikan enam instruksi kepada pemerintah daerah untuk menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Idul Fitri 2021. “Saya merekomendasikan beberapa langkah pengendalian kasus Covid di daerah,” kata Ganip dalam konpers daring, Ahad, 13 Juni 2021.

    Ganip Warsito mengatakan akan mengoptimalkan 3K, yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dia mengatakan perlu dipastikan kerja sama pusat hingga daerah berjalan baik, mulai dari tingkat gubernur, wali kota hingga tingkat RT. Dia juga meminta tokoh masyarakat setempat digandeng untuk meningkatkan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan.

    Kedua, Ganip mengatakan akan meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan dan membatasi mobilitas penduduk. Satgas Covid dan aparat keamanan, kata dia, harus mengawasi dan rutin menggelar operasi yustisia untuk memastikan protokol kesehatan ditegakkan.

    Ketiga, ia mengatakan perlu diperbanyak tes dan pelacakan terhadap pasien terinfeksi Covid-19, termasuk mereka yang tanpa gejala. Keempat, memastikan ketersediaan rumah sakit, obat dan alat kesehatan serta memaksimalkan karantina terpusat. Pemda, kata dia, harus memastikan jumlah tenaga kesehatan tenaga kesehatan cukup. Kalau perlu, kata dia, perlu ditambahkan jumlah rumah sakit yang bisa menampung pasien Covid-19 hingga 40 persen dari jumlah semula.

    Selanjutnya, Ganip meminta agar PPKM Mikro diperketat di setiap daerah. Pemda wajib memantau jumlah pasien dan jumlah ruangan perawatan. “Ini penting, kita instruksikan untuk intensifikasi posko PPKM Mikro di tingkat desa hingga pusat,” ujarnya.

    Terakhir, dia meminta pemda sedini mungkin mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Idul Adha. Dia khawatir akan terjadi peningkatan pergerakan penduduk, terutama di pusat belanja, wisata, serta tradisi silaturahmi, hingga proses penyembelihan hewan qurban. “Ini perlu kita antisipasi sedini mungkin, agar tidak menimbulkan lonjakan yang lebih parah dari sekarang,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.