Panggil Prabowo Sebagai Sahabat, Megawati: Walah Gitu Saja Viral, Aneh Deh

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Dalam pertemuan ini Megawati dan Prabowo akan membahas sejumlah hal. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Dalam pertemuan ini Megawati dan Prabowo akan membahas sejumlah hal. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden kelima Megawati Soekarnoputri mengaku heran keakrabannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kerap diributkan. Sehingga, dalam sambutan penutup orasi ilmiahnya, Mega pun turut menyebut nama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

    “Akhirnya dalam kesempatan berharga ini saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran tadi Pak Nadiem Makarim, lalu Mas Bowo,” kata Mega dalam acara pengukuhan sebagai Profesor Kehormatan atau Guru Besar Tidak Tetap Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik Universitas Pertahanan, Jumat, 11 Juni 2021.

    Mega melanjutkan, “Nanti saya ngomong Mas Bowo langsung mulai, ‘Woooh’. Aneh deh Mas, bener deh saya sampai mikir iki medsos sebenarnya menguntungkan atau tidak yo.”

    Di tengah pidatonya, Mega mengaku dirinya pusing karena warganet meributkan dirinya yang memanggil Prabowo sebagai sahabat. “Walah viralnya. Lho memangnya kepada musuh? Lah, apa iya ya kayak gitu ya? Hayo, gimana tolong saya dijawab. Kan, tentu saja kalian sahabat, teman-teman saya,” ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Hari ini, Mega dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan atau Guru Besar Tidak Tetap Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik Unhan. Pemberian gelar oleh Unhan ini diklaim tak terlepas dari kepemimpinan Megawati sebagai presiden kelima Indonesia dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya, seperti konflik Ambon, konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia.

    Baca juga: Deretan Kampus yang Pernah Beri Gelar Kehormatan untuk Megawati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...