Polisi dan TNI AU Sebut Penembakan di Lampung adalah Kecelakaan Senjata Api

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Lampung dan Satuan Polisi Militer TNI AU menyatakan, insiden penembakan anggota TNI beserta istrinya adalah kecelakaan penggunaan senjata api. Hasil itu didapat setelah kedua instansi itu melakukan investigasi bersama.

    "Sekaligus meluruskan pemberitaan berbagai berita di media massa yang menyatakan yang bersangkutan ditembak oleh orang tidak dikenal," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi pada Jumat, 11 Juni 2021.

    Saat ini, TNI AU dan kepolisian pun masih mendalami kelalaian penggunaan senjata api tersebut. Meski begitu, perkara ini kemudian diserahkan sepenuhnya oleh kepolisian kepada TNI AU.

    Komandan Lanud P.M. Bun Yamin Letkol Nav Yohanas Ridwan mengatakan, jika terdapat pelanggaran dalam peristiwa tersebut, maka oknum anggota tersebut akan diproses secara hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

    ADVERTISEMENT

    "Apabila terdapat pelanggaran pada kejadian kecelakaan tersebut, pasti akan diproses dan ditindak sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku," kata Yohanas.

    Sebelumnya diberitakan, insiden berawal ketika NA (26) dan istrinya RA (25) melintas dari Bandar Lampung menuju Pasawaran menggunakan mobil. Ketika berhenti di lampu merah Jalan Sultan Agung, NA membuka kaca dan mendadak dipepet oleh pengendara sepeda motor yang langsung melepaskan tembakan ke arahnya. Tembakan itu kemudian mengenai tangan dan paha RA.

    NA dan RA pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Advent untuk mendapat perawatan lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?