Komnas Perempuan Puji Korban Dugaan Pelecehan Gofar Hilman yang Berani Bicara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gofar Hilman. Foto/Instagram/pergijauh

    Gofar Hilman. Foto/Instagram/pergijauh

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mengapresiasi @quween**** yang berani mengungkapkan dugaan pelecehan seksual yang dialami. Ia ditengarai mendapat tindakan pelecehan seksual oleh YouTuber dan penyiar radio, Gofar Hilman

    Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, mengatakan mengungkapkan pelecehan seksual yang dialami seseorang kepada publik adalah hal sulit. Sebab, membutuhkan keberanian untuk mengingat kembali pengalaman yang traumatis. Selain itu, Andy mengatakan korban juga sering mendapat serangan balik. 

    "Serangan balik yang paling sering adalah justru menyalahkan korban, penyangkalan bahkan menuntut balik korban. Apalagi dalam kasus pelecehan seksual, latar belakang korban, gerak-gerik, busana dan ruang pergaulannya kerap dijadikan pembenar pada sikap penyangkalan dan menyalahkan perempuan korban," ujar Andy melalui pesan teks pada Kamis, 10 Juni 2021. 

    Komnas Perempuan berharap, pengakuan @quween**** dapat memantik perempuan lain yang pernah menjadi korban serupa untuk berani melapor. 

    ADVERTISEMENT

    "Komnas Perempuan mengajak semua pihak untuk mendukung upaya korban, dengan mendengarkan pengalaman mereka, jangan disudutkan," kata Andy. 

    Andy melihat korban pelecehan seksual sangat sulit untuk mendapatkan perlindungan. Payung hukum yang mumpuni belum ada, termasuk untuk mendukung pemulihan korban. Karenanya, kasus yang diungkap ini semakin menunjukkan urgensi pengesahan segera RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

    Mengingat situasi perlindungan hukum saat ini, Komnas Perempuan mendorong aparat hukum untuk menyikapi dengan sungguh-sungguh dan dengan empati kepada perempuan korban dan mencegah kriminalisasi korban. Hal ini sangat penting dalam memastikan pelaksanaan tanggung jawab negara untuk pemenuhan hak konstitusional warga, khususnya perempuan, pada perlindungan diri dan rasa aman (Pasal 28 G Ayat 1), serta untuk bebas dari diskriminasi atas dasar apa pun.

    Seorang pengguna Twitter mengaku dilecehkan oleh Gofar Hilman. Pelecehan seksual yang dialami terjadi pada Agustus 2018 dalam sebuah acara di Malang. Akun @quween**** menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya, pada Selasa malam, 8 Juni 2021. Sejak saat itu nama Gofar menjadi trending topic di Twitter.

    Baca juga: Lawless Jakarta Putus Hubungan dengan Gofar Hilman, Soleh Solihun: Bukan Gimmick


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?