Guyon Soal AHY Masih Lama Jadi Presiden, Yasonna Laoly Kena Semprit di DPR

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Dalam rapat tersebut, Yasonna sempat menyinggung soal polemik Partai Demokrat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Dalam rapat tersebut, Yasonna sempat menyinggung soal polemik Partai Demokrat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melontarkan guyonan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) butuh waktu cukup lama untuk menjadi presiden. Candaan itu disampaikan Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu, 9 Juni 2021.

    Saat itu, Yasonna sedang menjawab pertanyaan politikus Partai Demokrat Benny K. Harman soal alasan pemerintah memasukkan pasal penghinaan presiden di dalam draf revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) teranyar.

    Yasonna lantas menyebut bahwa aturan itu dibutuhkan untuk menjaga harkat dan martabat presiden sebagai kepala negara. Bukan hanya Presiden Joko Widodo (Jokowi), tetapi juga presiden setelahnya.

    "Mungkin saja satu di antara kita di sini, misalnya Pak Adies Kadir (pimpinan Komisi III) jadi presiden, atau bosnya Pak Habiburokhman (Prabowo Subianto) atau siapa," kata Yasonna.

    "Kalau bosnya Pak Benny (AHY) masih lama barangkali. Misalnya, kan masih muda, canda canda canda," lanjutnya disambut tawa para peserta rapat.

    Pernyataan Yasonna itu lantas dikritik oleh anggota
    Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Santoso. Menurut Santoso, guyonan Yasonna itu tidak pantas dibawa dalam ruang rapat DPR.

    "Bapak kan menteri, yang juga kader PDIP, jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu sehingga nanti akan menimbulkan friksi di tengah-tengah masyarakat. Soal bos Pak Benny dan bos saya di tahun 2024 jadi atau tidak, biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu," ujar Santoso.

    Menanggapi itu, Yasonna pun langsung mencabut ucapannya dan menegaskan pernyataannya itu hanyalah sebuah candaan. "Sebetulnya itu joke, tapi dicabut, terima kasih, mohon maaf," kata Menkumham Yasonna Laoly.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.