Ibu Tega Bunuh Anak Kandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Ponorogo:Seorang ibu di Ponorogo tega membunuh anak kandungnya yang baru berusia 4 hari. Bayi itu tewas dengan cara dicekik. Sunarti 35 tahun warga Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo ini diduga menghabisi anak kandungnya karena mengalami depresi berat. Ia depresi karena himpitan ekonomi, selain itu ia tak mengharapkan kehadiran anak ke tiganya ini.

    Apalagi selama dua tahun ini sakit maag terus mengganggunya. Sakit maag yang tak kunjung sembuh ini menyebabkan emaosinya semakin tak terkendali. "Ibu depresi sejak lama," kata Han, 18 tahun anak pertama Sunarti, Rabu (19/11).

    Menurut Handayani, sebelumnya Sunarti juga beberapa kali menganiaya si bayi. Sunarti mencakari bayinya saat menyusui, beberapa hari setelah melahirkan. Karena kesakitan bayi yang baru lahir itu menangis kesakitan. Kemudian, Handayani beserta keluarga yang lain mengambil bayi dan menjauhkan dari Sunarti.

    Namun, siang tadi saat Kateni, kakak pelaku sedang mandi tiba-tiba Sunarti mengambil bayinya. Ia langsung mencengkeram kaki kanan bayi itu hingga menangis kesakitan. Saat itu dirinya langsung menghampiri pelaku dan meminta untuk segera melepaskan si bayi. Namun, bujukan dan usahanya sia-sia. Saat melihat korban terus menjerit, Kateni langsung menggigit tangan pelaku hingga akhirnya korban lepas dari cengkeraman sang ibu kandungnya sendiri.

    Si bayi langsung dibawa ke bidan desa, kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Islam Aisyiah. Namun selang 15 menit, dikabarkan si bayi meninggal. Tumiran, 40 tahun, suami Sunarti hanya bisa pasrah, meratapi kejadian yang menimpa anak dan istrinya.

    Kepala Kepolisian Jenangan, Ajun Komisaris Suminto mengaku tengah menyelidiki kematian korban. Ia tengah mengumpulkan barang bukti dan sejumlah saksi untuk memudahkan penyelidikan. Berdasar hasil otopsi rumah sakit, dijelaskan korban mengalami patah tulang. "Pelaku masih syok, gak bisa dimintai keterangan," katanya. EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.