Kapolri Siapkan 5 Manajemen Kontijensi Penanganan Covid-19 di 13 Zona Merah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan saat meninjau pelaksanaan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis, 25 Maret 2021. | Tim Media Kemenpora

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan saat meninjau pelaksanaan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis, 25 Maret 2021. | Tim Media Kemenpora

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyiapkan lima manajemen kontijensi terkait penanganan pandemi Covid-19 di 13 zona merah kabupaten atau kota. 

    Manajemen kontijensi yang pertama adalah penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster. Listyo Sigit memerintahkan seluruh anak buahnya untuk melakukan penjagaan dan patroli pada lokasi PPKM mikro atau desa dengan penambahan pasukan dari Kepolisian Daerah dan Mabes Polri sesuai dengan pembagian zonanya masing-masing.

    "Langkah manajemen kontijensi, Polda buat supervisi dari pejabat ke Polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan berkala sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan," ujar Sigit dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 7 Juni 2021.

    Kemudian, manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen. Sigit menjelaskan, manajemen itu bakal mengatur personel TNI - Polri untuk melakukan percepatan swab PCR setelah dinyatakan reaktif ketika proses pengetesan swab antigen. 

    ADVERTISEMENT

    Lalu, manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil Laboratorium. Demi mempercepat pengujian laboratorium, Polri akan mengerahkan mobil RT-PCR. 

    "Dengan adanya bantuan dari Laboraturium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari," ucap Sigit. 

    Selanjutnya melakukan penyiapan manajemen pasien yang reaktif atau positif penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke Rumah Sakit (RS). Untuk masyarakat Jawa Tengah, yang melakukan isolasi mandiri nantinya bakal langsung di evakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan. 

    Seperti di Asrama Haji Donoyudan dengan 800 tempat tidur. Apabila dilokasi itu penuh, maka akan dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol dengan kapasitas 300 tempat tidur, kediaman Wali Kota 200 tempat tidur, dan Gedung Islamic Center 150 tempat tidur.

    "Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoman pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri," ujar Sigit. 

    Yang terakhir, Sigit melakukan manajemen evakuasi pengangkutan pasien positif bila sudah semakin banyak yang positif dan klaster keluarga meluas. 

    Di sisi lain, Sigit meminta kepada masyarakat khususnya di Kudus, untuk betul-betul menegakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, yakni #jagajarak, #cucitangan, #pakaimasker.

    "Tingkat kepatuhan masker sudah mulai menurun. Salah satu yang paling mudah tidak tertular Covid-19 adalah menggunakan masker," ujar Kapolri Listyo Sigit. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?