Suhu Wan Ketua Umum IKA Universitas Riau Sampai 2025, Selisih 1 Suara

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Riau. unri.ac.id

    Universitas Riau. unri.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) sudah nerampungkan kongres kelimanya. Rangkaian acara terakbar milik IKA UNRI ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juni 2021 sejak pagi. Setelah melewati alurnya, Wan Muhammad Hasyim atau yang akrab disapa Suhu Wan terpilih menjadi ketua IKA UNRI sampai 2025.

    Mulanya, ada 3 orang calon. Satunya lagi Moris Adidi yang dinyatakan gugur sebab tak memenuhi persyaratan. Suhu Wan disokong oleh IKA Jabodetabek, IKA Fakultas Ekonomi, IKA FKIP, dan IKA Kedokteran. Sementara itu, Ahmad disokong oleh IKA Fakultas Gelar teknologi, Komisraiat RAPP, IKA Fakultas Hukum, IKA Fakultas Teknik.

    Pemilihan Ketua Umum IKA UNRI dimulai usai salat Magrib, setelah sebelumnya sudah dilakukan pemilihan pimpinan sidang. Tak hanya itu, sudah dibacakan pula Anggaran Dasar/Anggaran Rumat Tangga serta penyampaian Laporan Pertanggungjawaban.

    Suhu Wan unggul satu suara dari Ahmad, lawannya. Total ada 15 suara yang menentukan, di mana Suhu Wan mengantongi 8 suara. Sementara Ahmad dapat 7 suara. "Suhu Wan itupun menangnya cuma 1 suara dari 15 suara. Artinya, tidak merasa sebagai pemenang total," kata Eka Putra Nazir yang menjadi Ketua Panitia Kongres kelima IKA UNRI kepada Tempo.co.

    Suhu Wan membawa visi mewujudkan IKA UNRI sebagai organisasi yang mandiri, solid dan berbasis kewirausahaan, yang bermanfaat bagi akumni dan masyarakat. Visi itu ia wujudkan melalui misi pengelolaan organisasi yang baik dan transparan. Lalu, akan melangsungkan silaturahmi produktif yang berkelanjutan dan mengembangkan kewirausahan.

    Tak hanya itu, juga membangun kerja sama dengan dunia usaha, mengembangkan unit-unit ekonomi sebagai wadah belajar bekerja, juga pasar produk potensial milik mahasiswa dan alumni. Terakhir, berperan penting dalam mewujudkan visi misi kampus yang disebit-sebut sebagai jantung hati masyarakat Riau.

    Ketua Umum IKA UNRI terpilih yang juga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini tawarkan beberapa garis besar program kerjanya. Ada rapat kerja tahunan, rapat bulanan melalui kombinasi secara virtual dan tatap muka. Lalu mendirikan unit usaha, menggelar ajang silaturahmi akbar.

    Bagi mahasiswa yang kurang mampu, pemilik ritel Idol Mart ini berencana memberikan bantuan pendidikan atas nama IKA UNRI. Sedangkan bagi alumni dan tak lupa mahasiswa, akan dibuat pelatihan kewirausahaan. Terakhir, membangun kerja sama dengan menggandeng sejumlah mitra.

    "Di [kepengurusan] yang ke depan kita lihat, apakah dia mampu menjalani ekspektasi setiap alumni. Kalau mereka katakanlah mampu, alhamdulillah. Kalau tidak mampu, ya apa boleh buat," kata Eka.

    Sejatinya, kata Eka, tugas dari IKA UNRI adalah bagaimana merangkul, merangkum, memanfaatkan, serta membesarkan potensi setiap alumni. Tujuannya, demi kemajuan sesama alumni, almamater, daerah, bahkan negara. "Dari UNRI kita mulai," lanjutnya.

    Oleh sebab itu, Eka menyebut bahwa alumni perlu mengawal roda kepengurusan yang baru ini. Sebagaimana tagline IKA UNRI, Alumni Bersatu, Melangkah Maju. "Bukan Alumni Bersatu, Melangkah Mundur," katanya melanjutkan.

    Eka merasa, Kongres Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau kali ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari para alumni. Melalui pleno yang digelar virtual ini, alumni-alumni kampus biru langit dapat kembali berjumpa meskipun sekadar menatap layar. Untuk bergabung via Zoom Meeting, kuotanya terbatas hanya 1.000 orang. Sisanya mengikuti siaran langsung di Facebook, Instagram, dan YouTube. Dalam sambutannya usai terpilih, Suhu Wan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan alumni kepadanya.

    ANNISA FEBIOLA 

    Baca: Ikatan Alumni Universitas Riau Ingin Punya Gubernur yang Visioner


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.