Survei Capres 2024: Elektabilitas Airlangga dan Muhaimin Masih Tertinggal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari Kanan: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Dari Kanan: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    TEMPO.CO Jakarta - Sejumlah partai politik sudah terang-terangan melontarkan wacana akan mengusung ketua umum mereka sebagai calon presiden atau capres 2024 di Pemilihan Presiden. Mereka yang digadang-gadang di antaranya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

    Partai Golkar misalnya, menyatakan akan tetap mengusung Airlangga meskipun elektabilitas ketua umumnya rendah. "Desakan yang meminta Pak Airlangga untuk menjadi capres sudah sangat kuat," kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, Mei lalu.

    Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia Mei lalu, menggunakan simulasi semi terbuka dengan 17 nama, Airlangga Hartarto berada di urutan ke sembilan dengan elektabilitas 1 persen. Ace mengakui angka tersebut jauh lebih rendah dari sejumlah nama potensial lainnya. Namun, dia berkata angka itu menunjukkan perkembangan. Elektabilitas Airlangga selama ini berkisar di angka nol koma.

    Sementara itu, menurut survei yang sama, Muhaimin Iskandar berada di urutan kedua terbawah dengan 0,1 persen. Survei dilakukan terhadap 1.200 orang menggunakan metode simple random sampling pada 13-17 April 2021. Indikator mengklaim survei ini dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,9 persen.

    Di peringkat tiga teratas survei Indikator ada nama Ganjar Pranowo dengan 15,7 persen, Anies Baswedan 14,6 persen dan Prabowo Subianto 11,1 persen. Sedangkan 15 nama lainnya masih dengan elektabilitas di bawah 10 persen.

    Beberapa bulan sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil sigi berdasarkan survei yang dilakukan pada 25-31 Januari 2021. Survei melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    LSI melakukan simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 29 nama dan responden boleh menyebutkan nama lain. Elektabilitas Airlangga masih jauh di urutan ke-20 dengan 0,3 persen. Muhaimin Iskandar tepat di bawahnya dengan 0,2 persen.

    Sementara menurut survei SMRC yang dilakukan pada Februari-Maret 2021 dengan simulasi tertutup 15 nama, Airlangga Hartarto berada di urutan tiga terbawah dengan 0,5 persen. Sementara itu, nama Muhaimin tidak masuk radar sehingga tidak diketahui elektabilitasnya.

    Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengatakan, Muhaimin sejauh ini masih berhitung dan belum mengambil keputusan menuju Pilpres 2024, kendati ada desakan dari kader-kader yang ingin mengusungnya.

    "Pilpres masih jauh, Gus AMI juga belum ambil keputusan, masih pikir-pikir, meskipun desakan dari bawah makin kuat, kami ikuti saja dinamikanya," kata Jazilul dikutip dari Antara, Kamis, 3 Juni 2021 ihwal Capres 2024.

    Baca juga: Peneliti LSI Ungkap PR Puan Maharani Jika Ingin Jadi Capres 2024

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...