Tim Forensik Unhas Bakal Autopsi Jenazah Pendeta Yeremias Zanambani

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menerima secara simbolik laporan hasil penyelidikan TGPF Intan Jaya dari Ketua TGPF Benny Mamoto, Rabu, 21 Oktober 2020 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menerima secara simbolik laporan hasil penyelidikan TGPF Intan Jaya dari Ketua TGPF Benny Mamoto, Rabu, 21 Oktober 2020 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri, mengatakan tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, akan mengautopsi jenazah Pendeta Yeremias Zanambani di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

    Dia mengatakan memang tim forensik termasuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) Intan Jaya beserta Komnas HAM sudah bergabung di Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya. "Namun kapan autopsi dilaksanakan belum ada laporan lebih lanjut, mungkin hari ini, Sabtu ini," kata dia, di Jayapura, Sabtu, 5 Juni 2021.

    Autopsi jenazah, kata Mathius, dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya Zanambani, pada 19September 2020 lalu. "Mudah-mudahan pengalian dan autopsi berjalan lancar, " ujar dia.

    Istri dan keluarga almarhum, kata dia, juga sudah mengijinkan autopsi dilakukan. Yetemias Zanambani diduga ditembak saat sedang memberi makan ternak babinya.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya Ketua TPGF Intan Jaya, Benny Mamoto, menyatakan, autopsi terhadap jenazah Zanambani harus dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya. "Dari otopsi itulah penyidik bisa melanjutkan penyidikan guna menetapkan tersangkan," kata Mamoto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?