Bawaslu Jadi Pemantau Internasional Pemilu Meksiko

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bawaslu Abhan (tengah) didampingi oleh (kiri-kanan) anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Mochammad Afifuddin, Fritz Edward Siregar, dan Rahmat Bagja berpose saat akan memberikan keterangan pers di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020. Dari hasil pengawasan verifikasi faktual bakal calon perseorangan, pengawas pemilihan menemukan dokumen dukungan yang dalam identitasnya tertulis pekerjaan sebagai ASN sebanyak 6.492 pendukung dan sebanyak 4.411 penyelenggara pemilihan dinyatakan tidak memenuhi syarat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Bawaslu Abhan (tengah) didampingi oleh (kiri-kanan) anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Mochammad Afifuddin, Fritz Edward Siregar, dan Rahmat Bagja berpose saat akan memberikan keterangan pers di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020. Dari hasil pengawasan verifikasi faktual bakal calon perseorangan, pengawas pemilihan menemukan dokumen dukungan yang dalam identitasnya tertulis pekerjaan sebagai ASN sebanyak 6.492 pendukung dan sebanyak 4.411 penyelenggara pemilihan dinyatakan tidak memenuhi syarat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI menjadi pemantau internasional dalam pemilihan federal paruh waktu Meksiko 2021 pada 6 juni 2021.

    Pemilihan ini menjadi pemilu terbesar dalam sejarah Meksiko karena akan memilih seluruh kepala daerah (gubernur, wali kota, bupati), anggota DPR, dan anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

    “Selain menjadi pemantau, Bawaslu juga ikut memberikan masukkan perihal pengalaman dalam melakukan pengawasan pemilu dalam situasi pandemi,” kata anggota Bawaslu, Fritz Siregar, dalam keterangannya, Jumat, 4 Juni 2021.

    Fritz mengatakan, pihaknya membagikan pengalaman terkait penyelesaian proses sengketa pemilu yang dilaksanakan dengan online. Ia pun berharap Meksiko juga dapat melaksanakan hal serupa dengan baik.

    ADVERTISEMENT

    Lembaga pengawas pemilu Meksiko, The Electoral Tribunal of the Federal Judicial Power (TEPFJ) memiliki tugas serupa dengan Bawaslu, yaitu menjaga keadilan pemilu melalui proses pengawasan, adjudikasi, dan menyelesaikan sengketa proses pemilu.

    Bedanya, TEPFJ memiliki kewenangan yang lebih besar dari Bawaslu karena dapat melakukan pembatalan suara serta melakukan judicial review terhadap peraturan National Electoral Institute (INE).

    Ketua Justice of the High Chamber TEPJF José Luis Vargas mengatakan, kelembagaan elektoral Meksiko dalam tiga dekade terus berkembang pesat, khususnya dalam hal profesionalitas, spesialisasi, dan otoritas pemilu. “Karena itu, proses pemilu federal Meksiko bisa menjadi wadah belajar bagi negara demokrasi, khususnya dalam hal sifat, fungsi, dan tantangan TEPJF saat ini,” kata Jose.

    Pemilu tahun ini juga menjadi yang pertama bagi masyarakat Meksiko yang tinggal di luar negeri untuk dapat memilih secara online. Total ada 101 ribu kandidat yang akan memperebutkan 20 ribu kursi kepala daerah dan anggota legislatif. Dengan 94 juta jumlah pemilih terdaftar dan 164 ribu TPS yang tersebar di 24 negara bagian diharapkan pemilu berjalan sukses dan terbebas dari pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?