Soal Capres 2024, PKB Ungkap Kader Ingin Usung Calon Internal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid memberikan sambutan pada acara penandatanganan pakta integritas dan penyeraham form Model B.1-KWK Parpol bagi calon kepala daerah dari PKB di DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2020. Dalam keikutsertaan pada Pilkada serentak 2020 di 270 daerah, PKB menargetkan kemenangan 80 persen pada calon-calon kepala daerah yang mereka usung. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid memberikan sambutan pada acara penandatanganan pakta integritas dan penyeraham form Model B.1-KWK Parpol bagi calon kepala daerah dari PKB di DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2020. Dalam keikutsertaan pada Pilkada serentak 2020 di 270 daerah, PKB menargetkan kemenangan 80 persen pada calon-calon kepala daerah yang mereka usung. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Jazilul Fawaid mengatakan partai tak ingin buru-buru membicarakan calon presiden atau Capres 2024. Jazilul mengatakan PKB saat ini masih fokus bagaimana perolehan kursi partai meningkat di Pemilu 2024 nanti.

    Menurut Jazilul, elektabilitas Capres 2024 yang banyak beredar saat ini hanyalah satu variabel dari banyak variabel lainnya. Mengaku tak akan buru-buru bicara pencapresan, Jazilul mengklaim partainya sudah tahu siapa yang akan menang Pilpres 2024.

    "Masih ada variabel waktu yang cukup panjang, untuk apa buru-buru? Yang jelas PKB sudah fokus dan sudah tahu siapa yang akan menang nanti, sudah ada di kantong dengan informasi 'langit'," kata Jazilul dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Juni 2021.

    Jazilul tak merinci informasi 'langit' yang dia maksud. Namun ia mengatakan di PKB ada variabel spiritual dalam menentukan calon presiden. Menurut dia, variabel inilah yang tidak dibaca oleh lembaga-lembaga survei yang kini ramai membicarakan Capres 2024.

    ADVERTISEMENT

    Di PKB, kata Jazilul, isu pencapresan 2024 belum dibicarakan. Namun akibat ramainya pembahasan oleh lembaga survei dan pemberitaan media, kader-kader PKB di bawah mendesak agar partai mengusung calon presiden dari internal.

    "Saya akui bahwa kader-kader PKB di bawah juga mendesak untuk mengusung calon sendiri karena lembaga-lembaga survei mulai ribut, kemudian jadi pemberitaan maka kader di bawah juga mulai ramai padahal sebenarnya parpol masih adem-ayem," kata Jazilul.

    Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini, Partai Kebangkitan Bangsa memiliki kepentingan untuk mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect dari calon presiden yang diusung di 2024. Isu efek ekor jas banyak dibicarakan sejak Pilpres 2019. Sejumlah pengamat dan politikus menilai efek elektoral ini hanya dinikmati oleh partai-partai yang memiliki calon presiden dan calon wakil presiden.

    Baca juga: Inilah 3 Tokoh dengan Elektabilitas Tertinggi Capres 2024

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...