Pengadaan Alutsista, Kemenhan dapat Pinjaman Asing Sampai Rp 100 T

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Prajurit TNI AD menggunakan kendaraan tempur (ranpur) saat latihan Uji Siap Tempur (UST) Kodam Jaya di Distrik II, Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa 18 Mei 2021. Latihan UST yang diikuti 922 Prajurit TNI AD bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi pertempuran di wilayah perkotaan dan menguji kesiapan alutsista. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    Sejumlah Prajurit TNI AD menggunakan kendaraan tempur (ranpur) saat latihan Uji Siap Tempur (UST) Kodam Jaya di Distrik II, Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa 18 Mei 2021. Latihan UST yang diikuti 922 Prajurit TNI AD bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi pertempuran di wilayah perkotaan dan menguji kesiapan alutsista. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan mengatakan sumber dana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sedang dibahas berasal dari pinjaman luar negeri.

    Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan, Mayor Jenderal Rodon Pedrason mengatakan ada beberapa negara yang sudah mau memberikan pinjaman lunak. Besarnya, kata dia, US$ 5 miliar sampai US$ 7 miliar, setara sekitar Rp 71 sampai Rp 100 triliun.

    Ia mengatakan tenor pinjaman asing ini mencapai 28 tahun dengan bunga di bawah 1 persen. Ia menjamin pinjaman ini tak akan membebani keuangan negara.

    "Jadi pinjaman sangat lunak. Bagaimana ini tidak membebani negara? Karena bayarnya dicicil setiap tahun dari budget pertahanan yang diberikan negara. Karena itu tenornya lama," kata Rodon.

    Rodon mengatakan pengadaan ini merupakan bagian dari rencana strategi nasional 2020-2025. 

    "Kalau kita pesan sekarang itu baru bisa datang barangnya 2024 akhir atau 2025 awal. Kalau pesan sekarang, artinya baru bisa dipesan 2024 itu. Itu persoalannya kenapa 2024 harus sudah selesai semua," kata Rodon.

    Ia mengatakan peremajaan merupakan sebuah keharusan. "Alutsista itu boleh tua namun tak boleh usang. Figur pertahanan mesti modern dan kuat," katanya.

    Baca juga: Pekan Depan, DPR akan Bahas Rencana Pengadaan Alutsista Kemenhan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.