Wakil Menkes Sebut Sudah Terjadi Mutasi Lokal Covid-19 di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 2 Maret 2021. Sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk curah kembali tiba di Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Bio Farma untuk diproduksi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 2 Maret 2021. Sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk curah kembali tiba di Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Bio Farma untuk diproduksi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan telah terjadi mutasi lokal Covid-19 atau virus SARS-CoV-2 di Indonesia. Dante mengatakan varian baru yang muncul di Tanah Air ini berbeda dengan mutasi genomik yang ditemukan di Wuhan.

    "Sudah terjadi mutasi lokal di Indonesia untuk virus Covid-19 di Indonesia ini berbeda dengan varian mutasi secara genomik di Wuhan. Ini menunjukkan bahwa variasi ini berubah dan virus ini akan berubah," kata Dante dalam rapat dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 27 Mei 2021.

    Dante mengatakan secara endogen virus Corona mengalami mutasi biologis natural. Kata dia, ada variant of interest, variant of concern, dan variant of consequence. Ia mengatakan semua virus ini cerdas biologis sehingga terus bermutasi untuk tetap hidup.

    Selain itu, Dante mengatakan varian mutasi Covid-19 yang terjadi di Inggris, India, dan Afrika juga ditemukan di Indonesia. Ia mengatakan Indonesia harus mengantisipasi agar perubahan secara endogen ini tak berpengaruh pada penyebaran kasus. "Sehingga peningkatan kasus itu sebenarnya adalah kombinasi antara mobilisasi penduduk dan perubahan pola varian virus ini secara mutasi," kata Dante.

    Dante mengatakan, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan mutasi pada kategori varian of concern terhadap 1.744 sampel di seluruh Indonesia. Ia mengatakan setiap daerah sebelumya diwajibkan mengumpulkan 5-10 sampel setiap pekan untuk diperiksa.

    Setelah diperiksa, akan dilihat berapa jumlah variant of concern. Dari data tersebut, kata dia, akan dilakukan tracing yang spesifik jika ditemukan variant of concern berupa mutasi dari India, Inggris, dan Afrika Selatan.

    "Ternyata dari evaluasi yang kami lakukan ada beberapa mutasi yang sudah terjadi, ada 54 kasus mutasi yang terjadi," kata dia.

    Dante melanjutkan, kasus mutasi yang terjadi tersebut dibedakan antara kasus mutasi yang berasal dari luar dan tak ada kontak dari luar. Dari 54 kasus variant of concern, kata dia, 35 di antaranya berasal dari luar Indonesia. Sedangkan 19 di antaranya tidak ada kontak dengan Indonesia.

    "Artinya bahwa sudah ada penyebaran kontaminasi lokal di Indonesia untuk variant of concern yang terjadi secara mutasi," kata Dante.

    Dante mengatakan mutasi ini terjadi di beberapa provinsi di Indonesia, baik transmisi lokal maupun impor. Salah satu contohnya terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. Menurut dia, ada sebuah kapal Filipina yang berlabuh yang sebelumnya mendarat di India. Dari 20 ABK yang diperiksa, ditemukan 14 kasus mutasi.

    Dante menyebut, 14 kasus mutasi itu kemudian menular kepada 31 tenaga kesehatan. Dari keluarga para nakes yang diperiksa ditemukan lagi 12 kasus. "Terus di-tracing lagi ketemu enam. Jadi ada 49 kasus yang tertular dari 14 kasus."

    Artinya, kata Dante, laju penularan varian mutasi ini sekitar 3,35 kali lipat. Padahal, definisi kasus tidak menular secara berat ialah jika laju penularannya kurang dari 0,9 atau maksimal 1.

    "Jadi kita berhadapan dengan dua hal setelah Lebaran ini. Satu adalah faktor eksogen mobilisasi, yang kedua adalah karakteristik virus yang sekarang itu lebih mudah melakukan penyebarannya dibandingkan dengan mutasi lokal yang ada sekarang," kata Dante.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Pakar Sebut Ada Penurunan Efektivitas Vaksin Covid-19 terhadap B1617


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.