Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Pengrusakan Polsek Candipuro

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang garis polisi di puing kendaraan dinas yang di bakar oleh massa di Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, Rabu 19 Mei 2021. Aksi pembakaran Mapolsek Candipuro oleh massa yang terjadi pada Selasa (18/05/2021) malam diduga dipicu kekesalan warga atas maraknya kasus kriminal pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polsek tersebut yang tidak terungkap. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    Petugas memasang garis polisi di puing kendaraan dinas yang di bakar oleh massa di Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, Rabu 19 Mei 2021. Aksi pembakaran Mapolsek Candipuro oleh massa yang terjadi pada Selasa (18/05/2021) malam diduga dipicu kekesalan warga atas maraknya kasus kriminal pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polsek tersebut yang tidak terungkap. ANTARA FOTO/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus pembakaran Kantor Polsek Candipuro, Lampung Selatan. Dengan begitu, jumlah tersangka saat ini mencapai 13 orang.

    "Jadi jumlah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik sampai dengan hari ini sebanyak 13 orang tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad lewat keterangan tertulis, Senin, 24 Mei 2021.

    Satu tersangka baru itu adalah warga Desa Siring Jaha, Kecamatan Sidomulyo, berinisial EW. Penyidik Reserse Kriminal Polres Lampung Selatan menangkapnya pada Jumat, 21 Mei 2021. Polisi resmi mengalungkan status tersangka kepadanya pada Senin, 24 Mei 2021.

    Dari hasil pemeriksaan, EW diduga berperan membakar kain tirai jendela di ruang sentra pelayanan kepolisian. Polisi menjerat EW dengan Pasal 170 KUHP. Polisi menahannya di rumah tahanan Polres Lampung Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.