Tujuh Bandara Perintis di Aceh Sudah Berfungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh: ujuh bandara perintis yang didanai Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, telah berfungsi dengan baik untuk mendukung kelancaran transportasi udara di Nangroe Aceh Darussalam. Selain tujuh bandara, juga ada lima air stipe yang dibangun.

    Menurut juru bicara BRR, Juanda Jamal, Senin (17/11), tujuh bandara perintis yang dibangun dan direhabilitasi kembali oleh BRR adalah Bandara Cut Nyak Dhien, Meulaboh (Aceh Barat), Bandara Maimun Saleh (Sabang), Bandara Kuala Batee (Aceh Barat Daya), Bandara Cut Ali (Aceh Selatan), Bandara Rembele (Aceh Tengah), Bandara Lasikin Sinabang (Simeulue), dan Bandara di Aceh Singkil.

    Proyek yang dibangun BRR di tujuh bandara tersebut di antaranya ada yang dibangun baru, peningkatan landasan pacu (runway), penyediaan fasilitas terminal, dan infrastruktur lain. “Untuk memudahkan transportasi ke wilayah kabupaten/kota dan mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh,” ujar Juanda.

    Selain bandara, BRR juga mendanai pembangunan landasan helikopter (helipad) di Pulau Rondo, kepulauan terluar di ujung paling barat provinsi tersebut. Selanjutnya juga sudah dibangun air stripe, misalnya di Kabupaten Aceh Jaya.

    Adi Warsidi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.