Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung Putar Balik Ratusan Kendaraan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengarahkan pengendara dari luar kota untuk putar balik di gerbang keluar Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 25 April 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Polisi mengarahkan pengendara dari luar kota untuk putar balik di gerbang keluar Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 25 April 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, JakartaSatgas Covid-19 Kota Bandarlampung  menghentikan ribuan kendaraan yang hendak masuk ke wilayahnya. Ratusan di antaranya diputar balik karena tidak memiliki surat bebas Covid-19 dan sertifikat vaksinasi.

    "Data terakhir dari lima posko penyekatan kita telah menyetop 6.843 kendaraan dan 261 lainnya kita putarbalikkan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung Ahmad Nurizky, Selasa, 4 Mei 2021.

    Menurutnya tim satgas yang bertugas di posko penyekatan akan memberhentikan setiap kendaraan yang memiliki nomor kendaraan dari luar Provinsi Lampung dan meminta surat tes usap antigen negatif Covid-19 maupun sertifikat vaksinasi. "Di posko penyekatan juga Satgas Covid-19 menyediakan rapid test antigen. Untuk tes kita ambil secara random," kata dia.

    Dia berujar di posko penyekatan yang terletak di Rajabasa, Satgas Covid-19 telah memutar balik 64 kendaran, Posko Lematang 61 kendaraan, Posko Sukarame 65 kendaraan, Posko Kemiling 17 kendaraan dan Posko Panjang 54 kendaraan.

    Nurizky berharap dengan penyekatan ini kasus Covid-19 di Bandarlampung yang berstatus zona oranye dapat segera ke hijau sehingga aktivitas dapat kembali berjalan normal. "Namun hal itu juga harus ada kerja sama dari semua unsur masyarakat, tidak bisa Covid-19 hilang tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan elemen terkait," kata dia.

    Baca Juga: Mau ke Kota Bogor Selama Libur Lebaran, Lewati Dulu 6 Pos Penyekatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.