Tes ASN Pegawai KPK, Saut: Jangan Cari Justrifikasi Menyaring Orang Berkualitas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dan penyidik Novel Bawesdan dalam peluncuran Monumen Antiteror sebagai pengingat banyak teror kepada Pimpinan dan Pegawai KPK namun satu pun pelakunya tertangkap, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis malam, 19 Desember 2019. FOTO: TEMPO/HALIDA BUNGA

    Dari kiri Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dan penyidik Novel Bawesdan dalam peluncuran Monumen Antiteror sebagai pengingat banyak teror kepada Pimpinan dan Pegawai KPK namun satu pun pelakunya tertangkap, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis malam, 19 Desember 2019. FOTO: TEMPO/HALIDA BUNGA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang memberikan komentatr soal beredarnya informasi puluhan pegawai KPK tidak lolos tes wawasan kebangsaan dalam proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

    "Kalau tidak lulus tes COVID itu dibuktikan dengan bukti lab dengan metode tes yang diterima secara ilmiah, hasilnya disampaikan kepada pasien," ucap Saut dalam keterangannya, Selasa 4 Mei 2021.

    Jika tidak lulus tes masuk ASN, lanjut dia, analoginya sama harus ada tabulasi tiap orang mengapa seseorang tidak lulus di lembaga yang dia sudah bekerja tahunan yang key performance indicator (KPI) sudah terbukti.

    Menurut dia, seharusnya tujuan dari proses alih status tersebut adalah memilih pegawai yang mampu membangun kinerja, dedikasi, kompetensi, dan integritas dalam pemberantasan korupsi.

    "Jadi, tujuan seleksi adalah memilih aparat penegak hukum yang mampu membangun nilai-nilai kinerja. Dedikasi, kompetensi, dan integritas yang pasti itu yang utama. Yang lain-lain, misalnya sebagaimana logo KPK dengan Garuda di dalamnya itu sudah tuntas dengan hasil tes integritas," ujar Saut.

    Saut Situmorang berpendapat bahwa pegawai yang telah bekerja bertahun-tahun dalam upaya pemberantasan korupsi tidak perlu diragukan lagi integritasnya. Orang-orang berintegritas, kata dia, adalah orang yang pasti tidak diragukan creating value-nya di KPK dan negeri ini. "Jangan cari justifikasi lain untuk melakukan saringan terhadap orang-orang yang memang sudah perform dan tough guy dalam penegakan hukum-hukum antikorupsi. Justru orang-orang tough guy yang diperlukan dalam membuat negeri cepat pulih dari sakit kronis," tuturnya.

    Baca: Tes ASN Pegawai KPK, Novel Baswedan Dengar Kabar Terancam Dipecat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H